BerandaPeristiwaKecelakaan Beruntun di Antap: Truk Rem Blong Tabrak 4 Kendaraan di Jalur...

Kecelakaan Beruntun di Antap: Truk Rem Blong Tabrak 4 Kendaraan di Jalur Denpasar–Gilimanuk

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Kecelakaan lalu lintas beruntun kembali terjadi di jalur utama Denpasar–Gilimanuk. Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Jurusan Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Senin (8/12) sekitar pukul 17.40 Wita.

Insiden tersebut melibatkan lima kendaraan, yakni dua traktor head, satu Isuzu Box, satu pickup Mitsubishi L300, serta satu sepeda motor Yamaha Nmax. Beruntung dalam kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kerusakan kendaraan cukup parah dan arus lalu lintas sempat tersendat.

Kapolsek Selemadeg, Kompol I Wayan Suwastika, saat dikonfirmasi Selasa (9/12), membenarkan kejadian kecelakaan beruntun tersebut. Ia menyebutkan, kecelakaan dipicu oleh traktor head bernomor polisi B 9120 UEL yang mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melintas di turunan landai di lokasi kejadian. “Dari hasil olah TKP dan keterangan di lapangan, kecelakaan terjadi karena rem kendaraan traktor head B 9120 UEL tidak berfungsi dengan baik ketika sopir berusaha mengerem,” ungkapnya.

Sebelum kecelakaan terjadi, traktor head B 9120 UEL yang dikemudikan Slamet (46), asal Petamanan, Kecamatan Banyuputih, Batang, Jawa Tengah, melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Ia melintas pada jalurnya dan tidak menunjukkan kejanggalan hingga memasuki titik turunan landai di wilayah Desa Antap. Pada saat bersamaan, situasi lalu lintas di depan sedang mengalami kemacetan akibat kepadatan kendaraan pada jam pulang kerja.

Melihat kondisi lalu lintas tidak bergerak, Slamet kemudian berusaha melakukan pengereman. Namun rem truk mendadak tidak berfungsi. Dalam situasi panik dan berusaha menghindari tabrakan yang lebih fatal, Slamet membanting setir ke kanan hingga melewati garis tengah jalan (as jalan).

Manuver itu membuat truk menyerempet sepeda motor Yamaha Nmax dengan nomor polisi DK 3785 GAZ. Pengendara sepeda motor tersebut belum diketahui identitasnya karena saat petugas datang ke lokasi, pengendara sudah tidak berada di tempat.

Usai menyerempet sepeda motor, truk tak bisa dikendalikan dan melaju kencang ke depan. Di depannya, melaju traktor head bernomor polisi B 9802 BEH yang dikemudikan Rohmat (43), warga Keborangan, Subah, Batang, Jawa Tengah. Benturan keras terjadi ketika truk B 9120 UEL menabrak bagian belakang truk yang dikemudikan Rohmat. Akibat hantaman tersebut, truk B 9802 BEH ikut terdorong ke depan dan menabrak pickup Mitsubishi L300 DK 8126 BM yang dikemudikan Muhammad Subhan (43) asal Jipang, Muncar, Banyuwangi.

Tidak berhenti sampai di situ, truk B 9120 UEL juga menabrak sebuah kendaraan dari arah berlawanan, yakni Isuzu Box dengan nomor polisi B 9376 KEU yang dikemudikan Eye Suherlan (47), warga Kediri, Jawa Timur. Benturan menyebabkan kerusakan cukup berat pada bagian depan Isuzu Box, sedangkan truk yang dikemudikan Slamet mengalami kerusakan pada bagian depan dan samping akibat beberapa kali benturan.

Baca Juga:  Wabup Dirga Ajak Pelajar Tabanan Jauhi Narkoba

Petugas kepolisian dari Polsek Selemadeg yang tiba di lokasi langsung melakukan pengaturan lalu lintas, olah TKP, serta evakuasi kendaraan yang terlibat. Arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan panjang, terutama dari arah Gilimanuk menuju Denpasar, mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama distribusi logistik dan kendaraan wisata.

Kapolsek Selemadeg menegaskan bahwa seluruh pengemudi, kecuali pengendara Yamaha Nmax yang belum diketahui identitasnya, dalam kondisi selamat. Beberapa di antaranya mengalami syok namun tidak ada laporan luka berat. “Kami masih mendalami penyebab pasti rem blong tersebut. Selain itu, identitas dan kondisi pengendara sepeda motor masih kami telusuri,” tambahnya.

Ia juga mengimbau seluruh sopir angkutan besar untuk memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melintasi jalur turunan yang cukup curam dan rawan kecelakaan tersebut. “Perawatan kendaraan menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Keselamatan pengguna jalan lainnya ikut bergantung pada kondisi kendaraan yang kita operasikan,” ujarnya.

Hingga Selasa, seluruh kendaraan telah berhasil dievakuasi dari lokasi, dan arus lalu lintas kembali normal.[ka]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER