TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Seorang warga asal Banyuwangi bernama Suhaimi (61) meninggal dunia secara mendadak di depan sebuah warung madura di Banjar Badung, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (9/12) pagi.
Kejadian sekitar pukul 07.30 WITA itu membuat warga sekitar geger karena korban jatuh secara tiba-tiba usai membeli bensin.
Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang saksi yang sedang menyapu halaman warungnya melihat korban tengah membeli bensin di warung madura yang berada tepat di seberang jalan. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat itu, korban tampak beraktivitas seperti biasa.
“Korban selesai membeli bensin dan hendak menyalakan sepeda motornya. Tiba-tiba korban jatuh dan tergeletak,” jelas Kompol Sukadana.
Melihat kejadian itu, saksi kemudian memanggil saksi lainnya yang berada di dalam warung. Keduanya langsung mendekati korban dan mencoba melakukan pengecekan kondisi tubuhnya. Saksi melihat busa keluar dari mulut korban, indikasi bahwa korban mengalami kondisi medis serius. Saat dicek denyut nadinya, korban sudah tidak merespons.
Saksi kemudian menghubungi istri korban yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Tidak lama setelah itu, saksi melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Kediri yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.
Berdasarkan keterangan keluarga dan informasi yang dihimpun kepolisian, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke dan pernah menjalani perawatan di rumah sakit. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban meninggal karena faktor kesehatan, bukan akibat tindak kriminal atau kecelakaan lalu lintas.
“Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan kuat korban meninggal karena sakit bawaan. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat stroke,” tegas Kapolsek Kediri.
Pihak keluarga korban yang berada di lokasi kejadian menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan otopsi dan memilih agar jenazah segera dipulangkan ke kampung halaman di Banyuwangi. Penolakan tersebut dituangkan secara resmi dalam surat pernyataan, dan keluarga juga menyampaikan bahwa tidak akan menempuh jalur hukum lebih lanjut.
Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh pihak medis dan kepolisian, jenazah korban diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Banyuwangi untuk dimakamkan.
Kapolsek Kediri mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi warga dengan riwayat penyakit serius. “Jika merasa kurang sehat atau memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya tidak berkendara sendiri. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi kesehatan dapat memburuk secara tiba-tiba, terlebih bagi warga lanjut usia. Masyarakat di sekitar lokasi juga tampak membantu proses evakuasi dan turut memberikan dukungan kepada keluarga korban.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











