BerandaTabananInflasi Tabanan Stabil dan Terkendali, Lebih Rendah dari Bali dan Nasional

Inflasi Tabanan Stabil dan Terkendali, Lebih Rendah dari Bali dan Nasional

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Kondisi inflasi di Kabupaten Tabanan hingga November 2025 terpantau stabil dan terkendali. Berdasarkan data terbaru, inflasi Tabanan tercatat sebesar 2,17 persen year on year (yoy), berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen.

Capaian ini sekaligus menempatkan inflasi Tabanan lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Bali yang mencapai 2,51 persen yoy serta inflasi nasional sebesar 2,72 persen yoy.

Capaian positif tersebut menjadi pembahasan utama dalam Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan yang digelar secara daring melalui Zoom bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (29/12/2025). Rapat dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan strategi pengendalian inflasi daerah.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Hari Sujana, menjelaskan bahwa stabilnya inflasi di Tabanan tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang terus diperkuat oleh TPID bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Inflasi Tabanan masih berada dalam rentang target nasional. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian yang dilakukan TPID berjalan efektif, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, TPID Kabupaten Tabanan secara konsisten melakukan berbagai upaya konkret untuk menekan potensi gejolak harga, terutama menjelang hari besar keagamaan dan momen rawan inflasi. Upaya tersebut meliputi pemantauan distribusi dan stok pangan, monitoring harga secara berkala di pasar-pasar tradisional, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah.

Selain langkah jangka pendek, TPID juga mendorong program Gerakan Menanam sebagai strategi jangka menengah dan panjang dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis.

“Koordinasi dan komunikasi antar-OPD terus kami intensifkan melalui rapat TPID dan High Level Meeting (HLM). Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga sejak dini,” tambah Nyoman Hari Sujana.

Sementara itu, Bupati Tabanan  I Komang Gede Sanjaya, menegaskan bahwa pengendalian inflasi memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Menurutnya, stabilitas harga pangan merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan peternak.

Baca Juga:  Rumah Dibakar, Brankas Dicuri, Ipar Korban Ternyata Terlilit Utang

“Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen menjaga indeks ketahanan pangan agar tetap kuat dan berkelanjutan. Dengan demikian, predikat Tabanan sebagai lumbung pangan Bali dapat terus dipertahankan,” tegas Bupati Sanjaya.

Ia menambahkan, ketahanan pangan yang terjaga tidak hanya berdampak pada stabilitas inflasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor pertanian dan peternakan.

Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga. Dengan kolaborasi yang kuat, dampak kebijakan pengendalian inflasi diharapkan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah dan terus dijalankan, Pemerintah Kabupaten Tabanan optimistis stabilitas inflasi, ketahanan pangan, serta daya beli masyarakat dapat terus terjaga hingga akhir tahun 2025. Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional yang terus berkembang.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER