TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali selama periode 21 hingga 27 Januari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga gelombang laut tinggi akibat intensitas hujan yang meningkat dan angin kencang.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa wilayah Bali saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, disertai terbentuknya pola pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Bali serta tingginya kelembapan udara hingga lapisan atmosfer atas.
“Dinamika atmosfer tersebut meningkatkan aktivitas konvektif yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Cahyo Nugroho dalam keterangan resmi yang disampaikan Rabu (21/1/2026).
BMKG memetakan wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, hingga Buleleng. Pada wilayah-wilayah tersebut, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menimbulkan bencana lanjutan sesuai dengan tingkat kerawanan masing-masing daerah.
Selain potensi hujan lebat di daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat akan adanya potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Bali. Di Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian utara, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali, tinggi gelombang laut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, nelayan tradisional, serta kegiatan wisata bahari. BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir agar menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca memburuk dan selalu memperhatikan peringatan keselamatan.
Menanggapi peringatan dini BMKG tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengimbau seluruh masyarakat Tabanan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan potensi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
“Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keselamatan diri dan lingkungan, serta mengikuti arahan dari instansi terkait. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di wilayah rawan bencana saat kondisi cuaca memburuk,” tegas Bupati Sanjaya.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, drainase, dan daerah aliran sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisasi risiko genangan dan banjir selama puncak musim hujan.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti media sosial @infobmkg dan @bmkgbali, serta laman resmi BMKG. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi atau tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dengan meningkatnya intensitas hujan dan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sejak dini. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem di wilayah Bali.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











