TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Proses pencarian terhadap ibu dan anak yang terseret air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, akhirnya berakhir duka. Lalu Juliana Dacosta Makun bersama putrinya yang masih balita, Audri Natania Banafanua (16 bulan), ditemukan meninggal dunia di lokasi berbeda setelah hanyut terbawa arus deras sungai.
Jasad balita Audri Natania Banafanua ditemukan oleh Tim SAR gabungan di pesisir Pantai Batubelig, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, pada Kamis (22/1/2026) pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Sementara itu, sang ibu, Yuliana Dacosta Makun, sebelumnya telah ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Yeh Ege, wilayah Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekaligus SAR Mission Coordinator, I Nyoman Sidakarya, membenarkan penemuan jasad balita tersebut. Informasi awal diterima dari seorang pengunjung pantai yang melihat tubuh korban di kawasan Pantai Batubelig dan segera melaporkannya kepada petugas.
“Benar, korban balita telah ditemukan pagi tadi sekitar pukul 07.00 Wita. Informasi kami peroleh dari pengunjung pantai yang melaporkan langsung kepada Tim SAR gabungan,” ujar Nyoman Sidakarya.
Berdasarkan hasil identifikasi serta keterangan pihak keluarga, jasad yang ditemukan dipastikan merupakan Audri Natania Banafanua, putri dari Semi Banafanua dan almarhumah Lalu Juliana Dacosta Makun. Korban ditemukan sekitar 6,7 kilometer arah tenggara dari muara sungai lokasi awal korban terseret arus air bah.
Saat ditemukan, jasad balita berada dalam kondisi terlentang dan terhimpit di antara bebatuan di pesisir pantai. Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung, kemudian korban dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga telah memastikan identitas korban.
Sementara itu, jasad sang ibu, Yuliana Dacosta Makun, ditemukan lebih dahulu di aliran Sungai Yeh Ege, wilayah Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Korban selanjutnya dievakuasi menuju RS Singasana, Nyitdah, sekitar pukul 14.00 Wita.
Operasi pencarian dilakukan secara intensif oleh Tim SAR gabungan yang melibatkan unsur Basarnas Bali, TNI/Polri, BPBD Kabupaten Tabanan, BPBD Kabupaten Badung, PMI, relawan, serta perangkat Desa Kuwum Ancak. Sejak pagi hari, penyisiran dilakukan menyusuri aliran sungai hingga ke wilayah pesisir dengan radius pencarian mencapai 5 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Peristiwa tragis ini bermula pada Rabu (21/1/2026) dini hari, saat Lalu Juliana Dacosta Makun dan anaknya terseret arus deras akibat luapan air bah di aliran sungai Subak Jemanik, Banjar Kuwum Ancak. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Tabanan menyebabkan debit sungai meningkat drastis dan menyeret korban hingga terbawa arus ke arah hilir.
Derasnya arus membuat ibu dan anak tersebut terpisah dalam jarak cukup jauh hingga akhirnya ditemukan di lokasi berbeda. Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup oleh Tim SAR gabungan.
Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Warga diminta menghindari aktivitas di sekitar sungai dan daerah rawan banjir guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











