BerandaKlungkungKoster Tanam 1.000 Kelapa Daksina di Tukad Unda

Koster Tanam 1.000 Kelapa Daksina di Tukad Unda

Tanam 1.000 Bibit Kelapa Daksina di Tukad Unda Klungkung, Jaga Ekosistem Budaya Bali

KLUNGKUNG, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan penanaman bibit pohon kelapa daksina di kawasan Embung, Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (Sukra Kliwon, Bala), 27 Februari 2026.

Gerakan penanaman 1.000 bibit kelapa daksina ini diselenggarakan oleh DPD Perbarindo Bali sebagai upaya nyata melestarikan budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Bali.

Dalam kegiatan tersebut, Koster melakukan penanaman bersama Bupati Klungkung, I Made Satria, perwakilan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, serta didampingi Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit.

Usai penanaman, Koster menegaskan bahwa kelapa daksina memiliki peran sangat penting dalam kehidupan adat dan keagamaan masyarakat Bali. Kebutuhan kelapa untuk prasarana upakara adat, budaya, dan hari suci Hindu di Bali sangat tinggi dan berlangsung sepanjang tahun.

“Saya sangat mendukung gerakan penanaman bibit pohon kelapa daksina yang diselenggarakan oleh Perbarindo Bali. Ini adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan upakara di Bali. Setiap hari suci seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, Tumpek, Saraswati, Galungan hingga Kuningan, kita selalu menghaturkan Pejati yang di dalamnya terdapat kelapa,” ujar Koster kepada awak media.

Menurutnya, keberadaan kelapa daksina bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi juga bagian dari identitas dan sistem ritual masyarakat Bali yang harus dijaga keberlanjutannya.

Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPD Perbarindo Bali atas inisiatif gerakan penanaman tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk kolaborasi konkret antara sektor perbankan dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya Bali.

Gubernur Bali dua periode ini menegaskan bahwa gerakan penanaman kelapa daksina sejalan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dalam konsep tersebut, pelestarian alam dan budaya berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Penanaman kelapa daksina juga menjadi bagian dari strategi menjaga ekosistem budaya Bali dengan memastikan ketersediaan bahan utama upakara tetap terjamin di masa depan. Selain mendukung kebutuhan adat dan agama, langkah ini juga memberikan dampak ekonomi bagi petani lokal melalui peningkatan produksi kelapa.

Baca Juga:  Tumpek Wayang, Bupati Tabanan Ajak Jaga Keharmonisan Sekala Niskala

Kegiatan di kawasan Embung Tukad Unda ini sekaligus menjadi simbol pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Kawasan Tukad Unda sendiri merupakan salah satu titik strategis pengelolaan sumber daya air di Klungkung yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Dengan penanaman 1.000 bibit kelapa daksina, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan Bali memiliki cadangan produksi kelapa yang memadai untuk memenuhi kebutuhan upacara adat dan hari suci keagamaan.

Langkah ini juga mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga harmoni antara alam, manusia, dan budaya sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pembangunan Bali ke depan.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER