BerandaTabananRai Wahyuni Sanjaya Dorong Posyandu 6 SPM Tabanan Beri Manfaat Nyata

Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Posyandu 6 SPM Tabanan Beri Manfaat Nyata

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Transformasi Posyandu menjadi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Tabanan didorong agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun perlombaan. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menegaskan pentingnya penerapan program tersebut agar manfaat pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat melakukan penilaian langsung terhadap tiga besar Lomba Posyandu 6 SPM di Banjar Dinas Munduk Malang, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, serta Banjar Dinas Tuakilang Belodan, Desa Denbatas, Kecamatan Tabanan, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan Posyandu 6 SPM di tingkat desa. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai, hadir bersama jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, tim penilai, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), camat, Ketua TP Posyandu Kecamatan, serta perbekel setempat.

Di lokasi pertama, rombongan disambut yel-yel penuh semangat dari para kader. Bunda Rai juga menyempatkan diri menyapa balita, melihat hasil bumi yang dipasarkan masyarakat, serta meninjau inovasi bank sampah yang dikembangkan warga.

Ia mengapresiasi upaya masyarakat dalam mengolah sampah plastik secara mandiri sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Inovasi tersebut dinilai menjadi contoh bahwa kegiatan di tingkat desa dapat dikembangkan dengan menggabungkan pelayanan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam arahannya, Bunda Rai menegaskan bahwa lomba Posyandu 6 SPM bukan sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menggerakkan kader, memperkuat pembinaan, dan mengevaluasi sejauh mana program telah diterapkan.

Baca Juga:  Kemarau Berkepanjangan, BPBD Tabanan Salurkan 30.000 Liter Air Bersih di Antosari

Transformasi Posyandu memperluas cakupan pelayanan yang sebelumnya lebih berfokus pada ibu dan anak menjadi enam bidang pelayanan dasar, meliputi kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pekerjaan umum, dan sosial.

“Yang terpenting bukan hanya lombanya, tetapi bagaimana Posyandu 6 SPM ini benar-benar diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Bunda Rai juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kader secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Dengan pemahaman yang memadai mengenai tugas dan tanggung jawabnya, kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan pelayanan dasar.

Sosialisasi kepada masyarakat pun perlu terus diperkuat. Posyandu diharapkan menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan keluhan, kebutuhan, dan aspirasi, sehingga berbagai persoalan dapat diidentifikasi serta ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Penilaian kemudian berlanjut ke Posyandu 6 SPM Banjar Dinas Tuakilang Belodan, Desa Denbatas. Rombongan disambut penampilan senam lansia dan yel-yel kreatif dari para kader.

Di lokasi ini, Bunda Rai kembali menekankan bahwa evaluasi pelaksanaan Posyandu 6 SPM harus diikuti upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Aspirasi masyarakat, termasuk terkait ketenteraman, perlindungan masyarakat, dan infrastruktur, perlu menjadi perhatian agar pelayanan dasar semakin dekat dengan kebutuhan warga.

“Kita belajar bersama karena ini program baru. Melalui peningkatan kapasitas, sosialisasi, dan sinergi semua pihak, saya berharap kader semakin memahami tugasnya dan masyarakat semakin merasakan manfaat Posyandu 6 SPM,” ujarnya.

Baca Juga:  Kebakaran di Pujungan, Wabup Tabanan Datangi Korban dan Serahkan Bantuan

Ia berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan Posyandu sebagai tempat menyampaikan permasalahan dan kebutuhan. Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi lokasi pelayanan kesehatan, tetapi juga wadah terpadu untuk mendekatkan berbagai layanan dasar kepada masyarakat.

Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berjenjang, disertai penguatan kapasitas kader dan pengembangan inovasi pelayanan. Kolaborasi pemerintah daerah, kecamatan, desa, kader, dan masyarakat menjadi kunci agar penerapan Posyandu 6 SPM semakin merata di seluruh wilayah Tabanan.

Sementara itu, Perbekel Desa Gadungan, I Wayan Muliartana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bunda Rai bersama jajaran. Menurutnya, kehadiran tim pembina memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus memperkuat pelayanan Posyandu dan pembangunan desa.

“Kehadiran Ibu Ketua beserta jajaran menjadi semangat bagi masyarakat kami untuk membangun dari desa. Kami berharap kunjungan ini membawa dampak positif bagi pengembangan Posyandu dan pembangunan Desa Gadungan. Kami juga siap mengikuti lomba ini dengan penuh semangat,” ungkapnya.

Melalui pembinaan dan evaluasi berkelanjutan, Posyandu 6 SPM diharapkan berkembang menjadi pusat pelayanan dasar yang lebih terpadu, responsif, dan mudah dijangkau, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Tabanan.[*rls]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER