TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Setelah melakukan pencarian selama empat hari, tim gabungan akhirnya menemukan I Made Dibia (84), warga Banjar Dinas Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang sedalam 90 meter di kawasan pendakian Gunung Batukaru.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian Gunung Batukaru melalui jalur Pura Jatiluwih, Banjar Sarinbuana, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, saat dikonfirmasi Minggu (10/5), membenarkan penemuan jenazah korban tersebut.
“Jenazah korban ditemukan pada hari Sabtu lalu di jurang sebelah kiri jalur pendakian Pura Jatiluwih. Sebelum korban ditemukan, terlebih dahulu tim gabungan menemukan tas yang diduga milik korban di atas jurang,” jelasnya.
Dari temuan tas ransel yang berisi rokok, obat-obatan, dan balsam tersebut, tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Setelah dilakukan pencarian lebih lanjut, korban akhirnya terlihat berada di dasar jurang sedalam sekitar 90 meter dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian yang digunakan saat melakukan pendakian, yakni jaket berwarna merah marun serta kain kamen berwarna gelap.
Meski korban ditemukan pada Sabtu lalu, proses evakuasi baru dapat dilakukan pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Kondisi cuaca buruk menjadi kendala utama yang menyebabkan evakuasi harus ditunda.
“Proses evakuasi baru bisa dilakukan Minggu pagi karena pada Sabtu sore cuaca sudah mulai gelap dan turun kabut tebal sehingga jarak pandang sangat terbatas,” lanjut Srinadha Giri.
Selain kabut tebal, kondisi medan yang licin dan curam juga membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan personel gabungan yang bertugas di lapangan.
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan pada Minggu siang, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan upacara sesuai adat dan keinginan keluarga.
Sebelumnya, Pekak Dibia dilaporkan hilang setelah melakukan pendakian bersama rombongan rekannya yang berjumlah 14 orang. Pendakian dimulai dari jalur Pura Jatiluwih pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 07.30 Wita.
Sekitar pukul 15.00 Wita, sebanyak 10 pendaki berhasil mencapai puncak Gunung Batukaru, sementara empat orang lainnya, termasuk korban, tertinggal di belakang karena mengalami kelelahan dan tidak sanggup melanjutkan perjalanan.
Empat pendaki tersebut kemudian memutuskan kembali turun menuju Pura Jatiluwih. Dalam perjalanan turun, korban diketahui memilih berjalan lebih dulu mendahului tiga rekannya.
Namun saat tiga pendaki lainnya tiba di Pura Jatiluwih sekitar pukul 18.30 Wita, korban tidak kunjung tiba sehingga akhirnya dilaporkan hilang.
Pencarian terhadap korban sempat dihentikan oleh tim SAR karena telah melewati batas waktu operasi pencarian. Namun atas permintaan keluarga, pencarian kembali dilanjutkan mulai Rabu (6/5) oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Tabanan, relawan, masyarakat, dan keluarga korban.
Gunung Batukaru dikenal sebagai salah satu gunung dengan jalur pendakian yang cukup berat di Bali. Selain memiliki medan hutan lebat dan jurang curam, kawasan pegunungan tersebut juga kerap diselimuti kabut tebal serta cuaca yang cepat berubah.
Karena itu, masyarakat dan pendaki diimbau selalu memperhatikan kondisi fisik, cuaca, serta faktor keselamatan sebelum melakukan pendakian, terutama bagi pendaki lanjut usia.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











