BerandaBulelengPutri Koster Memukau Saat Bawakan Puisi Sumpah Kumbakarna

Putri Koster Memukau Saat Bawakan Puisi Sumpah Kumbakarna

BULELENG, MEDIAPELANGI.com – Penampilan Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster saat membacakan puisi berjudul Sumpah Kumbakarna sukses memukau penonton dalam Parade Puisi dan Akustik bertajuk Nuansa Harmoni di Gedung Puri Seni Sasana Budaya, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Sabtu (23/5/2026).

Dengan penghayatan yang kuat, teknik vokalisasi yang matang, serta penjiwaan mendalam, Putri Koster berhasil menghadirkan suasana emosional di atas panggung. Penampilannya bahkan membuat sosok Kumbakarna dalam kisah pewayangan terasa hidup dan penuh makna nasionalisme.

Latar belakang Putri Koster sebagai seniman di berbagai bidang seni budaya turut membuat pembacaan puisi tersebut terasa lebih kuat dan berkarakter. Tidak sekadar membacakan bait demi bait, ia mampu menghadirkan ruh puisi melalui ekspresi, intonasi suara, hingga penguasaan panggung yang memikat perhatian penonton.

Menurut Putri Koster, puisi bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi media untuk menyampaikan nilai perjuangan, cinta tanah air, serta pesan moral kepada masyarakat.

“Puisi Sumpah Kumbakarna memiliki makna mendalam yang mengingatkan siapa saja untuk mencintai dan membela negaranya tanpa syarat. Meski Kumbakarna tidak menyukai tindakan Rahwana, ketika negaranya diserang, ia tetap berdiri sebagai kesatria untuk membela tanah airnya,” ujarnya.

Ia menilai nilai nasionalisme dalam karya sastra perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman modern yang semakin dinamis.

Menurutnya, sastra dan seni budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa dan tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster juga berharap ke depan semakin banyak lahir generasi muda Bali yang memiliki kemampuan membaca puisi dengan baik dan mampu menghidupkan karya sastra di atas panggung.

Ia menjelaskan kemampuan membaca puisi tidak hanya sekadar melafalkan teks, tetapi membutuhkan penghayatan, penjiwaan, vokalisasi, serta kemampuan memberi ruh pada setiap bait puisi yang dibacakan.

“Ibu berharap seni baca puisi dapat berkembang menjadi seni pertunjukan. Bisa dipadukan dengan gamelan, musik tradisional, maupun seni tari. Namun, yang paling utama tetap kemampuan membaca puisinya harus bagus dan mampu memberi ruh pada karya yang dibawakan,” katanya.

Menurut Putri Koster, seni baca puisi memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pertunjukan seni modern berbasis budaya lokal Bali. Kolaborasi antara sastra, musik tradisional, dan seni tari dinilai mampu menghadirkan pertunjukan kreatif yang menarik sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

Kegiatan Parade Puisi dan Akustik sendiri dinilai menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, serta keberanian tampil di depan publik.

Selain menjadi ajang ekspresi seni, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda melalui dunia sastra dan seni budaya.

“Selain membaca puisi, generasi muda juga bisa memperdalam karakternya. Pengalaman berkesenian seperti ini akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di kemudian hari,” imbuhnya.

Baca Juga:  Karya Agung Pura Dalem Bajera Libatkan 832 KK Krama Adat

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya di Bali, Putri Koster turut menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta kepada sekaa gong pengiring yang mendukung jalannya pertunjukan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Ariadi Pribadi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai mampu menjadi ruang kreativitas sekaligus memperkuat persatuan masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan yang disiarkan melalui radio dan layanan streaming tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum di Kabupaten Buleleng. Parade Puisi dan Akustik digagas sebagai wadah ekspresi sastra modern yang mampu mendekatkan generasi muda dengan dunia seni dan budaya.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kecintaan terhadap sastra, budaya, dan seni tradisional Bali terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga warisan budaya Bali tetap lestari dan relevan di tengah perkembangan zaman modern.

Selain itu, kegiatan seni seperti Parade Puisi dan Akustik juga dinilai mampu menjadi sarana memperkuat literasi budaya di kalangan generasi muda Bali. Melalui puisi, musik, dan seni pertunjukan, generasi muda diajak lebih memahami nilai-nilai perjuangan, kebangsaan, serta filosofi kehidupan yang diwariskan leluhur. Ruang kreatif seperti ini diharapkan terus berkembang agar seni budaya Bali tetap hidup, dicintai, dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER