TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah Joglo dua lantai di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Minggu (24/5/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan rumah beserta sejumlah kendaraan dan barang berharga lainnya. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp800 juta.
Rumah yang terbakar diketahui milik warga setempat bernama I Nengah Mustika. Api diduga pertama kali muncul dari area garase sebelum akhirnya membesar dan melalap hampir seluruh bagian bangunan rumah.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan, kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 Wita dan disaksikan oleh sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian.
“Salah satu saksi yang sedang memperbaiki sepeda motor di sebelah selatan TKP melihat keluarga korban berlarian ke luar rumah,” ujar AKBP I Putu Bayu Pati saat memberikan keterangan, Senin (25/5/2026).
Setelah melihat kepulan asap dan api dari rumah korban, saksi langsung mendekati lokasi dan mendapati kobaran api sudah mulai membesar di area garase rumah.
Menurut keterangan polisi, korban sempat memberikan kunci mobil kepada saksi dan meminta kendaraan dipindahkan untuk menghindari kobaran api yang semakin besar. Namun upaya penyelamatan kendaraan tidak dapat dilakukan karena kondisi api yang sudah terlalu panas dan berbahaya.
“Karena hawa panas di garase, saksi tidak berani mengambil risiko,” jelas Bayu Pati.
Api kemudian terus membesar dan merembet hingga ke lantai dua rumah Joglo tersebut. Warga sekitar yang panik berusaha membantu proses evakuasi sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil damkar untuk melakukan proses pemadaman.
“Sekitar pukul 21.30 Wita, tiga unit mobil pemadam kebakaran berhasil memadamkan kobaran api,” tegas Kapolres Tabanan.
Meski berhasil dipadamkan, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan rumah. Selain itu, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor dilaporkan hangus terbakar bersama sejumlah barang lainnya yang belum sempat dievakuasi.
Petugas kepolisian bersama tim terkait kini masih melakukan pendataan terhadap barang-barang yang rusak akibat kebakaran. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran juga masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini petugas sedang melakukan olah TKP untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran,” pungkas Bayu Pati.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri keluar dari bangunan sebelum api membesar.
Peristiwa kebakaran ini sempat menarik perhatian warga sekitar karena kobaran api terlihat cukup besar dan asap hitam membumbung tinggi di kawasan Banjar Yeh Gangga. Sejumlah warga juga tampak membantu proses pemadaman dengan alat seadanya sebelum petugas damkar tiba di lokasi.
Kebakaran rumah di Bali belakangan menjadi perhatian masyarakat karena sering dipicu korsleting listrik, kebocoran gas, maupun faktor lain yang berkaitan dengan instalasi rumah tangga. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada dan rutin melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik maupun sumber api di rumah.
Selain itu, keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah tinggal juga dinilai penting sebagai langkah antisipasi awal apabila terjadi kebakaran kecil sebelum api membesar.
Petugas kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila menemukan tanda-tanda kebakaran untuk mencegah api cepat meluas.
Kebakaran rumah Joglo di Tabanan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang banyak menggunakan material kayu dan memiliki ruang garase penyimpanan kendaraan maupun bahan mudah terbakar.
Saat ini, kondisi rumah korban masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Polisi bersama tim identifikasi akan terus mendalami penyebab kebakaran guna memastikan sumber api dan kemungkinan adanya faktor kelalaian maupun gangguan teknis lainnya.
Pemerintah daerah dan aparat terkait juga diharapkan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran rumah, termasuk pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala demi mengurangi risiko musibah serupa terjadi kembali.
Saat ini, kondisi rumah korban masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Polisi bersama tim identifikasi akan terus mendalami penyebab kebakaran guna memastikan sumber api dan kemungkinan adanya faktor kelalaian maupun gangguan teknis lainnya.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











