BULELENG, MEDIAPELANGI.com – Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai utama ajaran Bung Karno kembali diwujudkan di Kabupaten Buleleng. Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada seorang warga disabilitas di Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng.
Penerima bantuan tersebut adalah Juliadnyana, warga disabilitas yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng, Buleleng Social Community (BSC), donatur, serta berbagai elemen masyarakat, rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini telah direnovasi sehingga lebih aman, nyaman, dan layak ditempati.
Penyerahan kunci rumah dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna. Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Buleleng, jajaran Kelurahan Kampung Anyar, Ketua Buleleng Social Community, para donatur, serta tokoh masyarakat setempat.
Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses rehabilitasi rumah warga disabilitas tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan rumah layak huni ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas kepedulian yang terus diberikan. Tidak hanya di sini, ke depan masih banyak warga lain yang membutuhkan bantuan serupa. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.
Menurutnya, penyediaan rumah layak huni merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang layak tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi fondasi bagi tumbuhnya kehidupan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera.
Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng telah mengalokasikan anggaran khusus untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni pada tahun 2026. Program tersebut menyasar lebih dari 400 unit RTLH yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Buleleng.
Pelaksanaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi rumah dan tingkat kebutuhan masyarakat. Pemerintah berharap program tersebut mampu mempercepat penurunan angka rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Selain dukungan pemerintah daerah, keberhasilan rehabilitasi rumah Juliadnyana juga tidak lepas dari peran aktif Buleleng Social Community. Komunitas sosial yang selama ini aktif membantu masyarakat kurang mampu tersebut menjadi motor penggerak dalam menghimpun bantuan dan mengkoordinasikan proses pembangunan.
Ketua Buleleng Social Community, Kadek Eka Tirtayana, menjelaskan bahwa rehabilitasi rumah warga disabilitas tersebut berawal dari informasi yang disampaikan pihak Kelurahan Kampung Anyar dan Kecamatan Buleleng mengenai kondisi rumah yang rusak akibat banjir.
Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi. Melalui jaringan donatur yang dimiliki, BSC berhasil mengumpulkan dana yang kemudian digunakan untuk proses rehabilitasi rumah.
“Sinergi berjalan sangat baik. Kami menghimpun bantuan dari para donatur, sementara Pemerintah Kabupaten Buleleng memberikan dukungan dalam proses pembangunan. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong,” ujar Kadek Eka Tirtayana.
Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan berlangsung selama kurang lebih dua bulan dengan total biaya mencapai Rp28 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembongkaran bangunan lama, pembersihan lokasi, hingga pembangunan rumah yang baru dan lebih layak.
Dalam proses pengerjaannya, BSC melibatkan dua tukang profesional yang bekerja secara penuh. Namun sebagian besar pekerjaan dilakukan melalui gotong royong yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Setiap hari Jumat kami bergotong royong bersama teman-teman dari kecamatan, kelurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, dan masyarakat sekitar. Semangat kebersamaan inilah yang membuat pekerjaan bisa selesai dengan baik,” jelasnya.
Keberhasilan rehabilitasi rumah Juliadnyana menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, komunitas sosial, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan.
Program rehabilitasi rumah tidak layak huni juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan sehat. Upaya ini sekaligus mendukung target pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Momentum Bulan Bung Karno menjadi pengingat pentingnya nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun daerah yang lebih maju dan berkeadilan.
Dengan sinergi yang terus terjalin antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Kabupaten Buleleng optimistis mampu mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni serta mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang aman, sehat, dan bermartabat bagi seluruh warganya.
Program RTLH yang terus diperluas diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











