BerandaTabananBawaslu Tabanan Jemput Pemilih Pemula, Demokrasi Masuk Sekolah

Bawaslu Tabanan Jemput Pemilih Pemula, Demokrasi Masuk Sekolah

"Klompencapir Bawaslu Tabanan Cetak Pemilih Cerdas dari Sekolah"

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Upaya membangun demokrasi yang sehat tidak cukup dilakukan saat masa kampanye atau menjelang pemilu. Kesadaran berdemokrasi harus ditanamkan sejak dini, bahkan sebelum seseorang memiliki hak pilih. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Tabanan kembali menyasar kalangan pelajar melalui program Klompencapir Pemilu dan Demokrasi, yang kali ini digelar di SMP Negeri 1 Penebel, Sabtu (13/6/2026).

Program edukasi politik ini menjadi titik kedua pelaksanaan Klompencapir setelah sebelumnya sukses digelar di sekolah lain. Kegiatan tersebut dirancang khusus untuk memberikan pemahaman tentang demokrasi, kepemiluan, dan pentingnya partisipasi masyarakat kepada para pelajar yang dalam beberapa tahun mendatang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu dan Pilkada.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks politik di media sosial, Bawaslu Tabanan menilai generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar mampu menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan, Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan I Ketut Narta, anggota Bawaslu I Made Winarya dan Ni Putu Ayu Winariati, Kepala SMP Negeri 1 Penebel Kadek Alit Sri Cahyadi, jajaran guru, serta Kepala Bank BPD Bali Cabang Penebel.

Para siswa yang mengikuti kegiatan tampak antusias mengikuti materi yang dikemas secara interaktif. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai proses pemilu, tetapi juga diajak memahami pentingnya peran warga negara dalam menentukan arah pembangunan bangsa melalui partisipasi politik yang bertanggung jawab.

Ketua Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, menegaskan bahwa pendidikan demokrasi tidak boleh menunggu seseorang mencapai usia 17 tahun atau memiliki hak pilih.

Menurutnya, pembentukan karakter pemilih yang berkualitas harus dimulai sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki kesadaran politik yang sehat ketika nantinya memasuki usia pemilih.

“Menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu. Demokrasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Melalui Klompencapir ini kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar para siswa tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan partisipatif,” tegas Narta.

Ia menjelaskan bahwa tantangan demokrasi saat ini semakin kompleks. Tidak hanya soal partisipasi pemilih, tetapi juga berkaitan dengan penyebaran informasi palsu, politik identitas, hingga praktik-praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi.

Karena itu, Bawaslu tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan saat pemilu berlangsung, tetapi juga aktif melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Tabanan, I Putu Dian Setiawan, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Bawaslu Tabanan.

Menurutnya, program seperti Klompencapir memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

“Pemahaman mengenai demokrasi, kepemimpinan, serta partisipasi publik merupakan fondasi penting untuk menjaga kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu edukasi seperti ini harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa generasi muda saat ini merupakan calon pemimpin masa depan yang nantinya akan menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.

Baca Juga:  SMPN 2 Kediri Juara I Nasional Lomba Keamanan Pangan BPOM 2026

Dengan pemahaman politik yang baik sejak dini, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Penebel, Kadek Alit Sri Cahyadi. Menurutnya, kehadiran Bawaslu memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena mereka mendapatkan wawasan langsung mengenai sistem demokrasi dan kepemiluan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak memperoleh pengetahuan baru yang tidak hanya didapatkan dari buku pelajaran. Mereka menjadi lebih memahami arti demokrasi, pentingnya pemilu, dan bagaimana bersikap kritis sebagai warga negara,” katanya.

Melalui program Klompencapir Pemilu dan Demokrasi, Bawaslu Tabanan berharap lahir generasi pengawas partisipatif dari kalangan pelajar. Generasi yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya saat pemilu, tetapi juga memahami nilai demokrasi, berani mengawasi jalannya proses demokrasi, serta mampu melawan hoaks dan informasi menyesatkan.

Di era digital saat ini, pendidikan politik sejak dini dinilai menjadi investasi penting bagi masa depan demokrasi Indonesia. Sebab kualitas pemilu di masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas pemilih yang hari ini masih duduk di bangku sekolah.

Dengan langkah jemput bola ke sekolah-sekolah, Bawaslu Tabanan ingin memastikan bahwa demokrasi tidak hanya dipahami sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga sebagai budaya yang harus dijaga dan dirawat bersama oleh seluruh generasi bangsa.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER