BerandaBulelengPetani Buleleng Dapat Bantuan Rp3,494 Miliar, Ada 1,37 Juta Bibit Kopi dan...

Petani Buleleng Dapat Bantuan Rp3,494 Miliar, Ada 1,37 Juta Bibit Kopi dan 55 Ribu Kelapa

BULELENG, MEDIAPELANGI.com – Petani di Kabupaten Buleleng mendapat dukungan besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan pertanian Buleleng senilai total Rp3,494 miliar berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan), bibit kelapa, serta bibit kopi kepada sejumlah Subak dan kelompok tani.

Bantuan tersebut diserahkan kepada perwakilan Subak dan kelompok tani di Aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Minggu (6/9/2026). Penyerahan didampingi Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama.

Sebelum penyerahan bantuan, Bupati Sutjidra dan Adi Wiryatama juga melihat langsung aktivitas pertanian serta program ketahanan pangan keluarga. Keduanya sempat memanen selada, pokcoy, dan pare serta mengamati program lekung atau lele kangkung.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra berharap bantuan yang diterima Subak dan kelompok tani dapat dimanfaatkan secara optimal. Khusus Alsintan, keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi petani dalam menggarap lahan sawah.

Menurut Sutjidra, penggunaan alat pertanian modern menjadi penting untuk membantu petani menghadapi kebutuhan produksi sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga.

Selain Alsintan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan komoditas kopi dan kelapa. Bupati meminta petani memperhatikan pola tanam agar bibit yang diberikan dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produktivitas maksimal.

“Jadi nanti bibitnya secara simultan kita akan tanam di bulan November khususnya di daerah atas. Karena kalau sekarang musim kering banyak yang mati,” ujar Sutjidra.

Ia menilai komoditas kelapa memiliki potensi besar karena produktivitas dan nilai ekonominya cukup tinggi. Pengembangan kopi dan kelapa diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.

Salah satu bagian terbesar dari bantuan pertanian Buleleng adalah penyaluran bibit kopi. Sebanyak 1.370.000 bibit kopi Arabika dan Robusta diberikan kepada 44 Subak atau kelompok tani yang tersebar di lima kecamatan.

Kelima kecamatan tersebut meliputi Busungbiu, Sukasada, Sawan, Banjar, dan Kubutambahan. Nilai bantuan bibit kopi tersebut mencapai sekitar Rp1,755 miliar.

Selain kopi, pemerintah juga menyalurkan 55.000 bibit kelapa genjah kepada 24 Subak atau kelompok tani di enam kecamatan, yakni Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar, dan Seririt.

Nilai bantuan bibit kelapa tersebut mencapai Rp650 juta. Penyaluran bibit diharapkan dapat memperkuat pengembangan komoditas perkebunan yang memiliki prospek ekonomi bagi masyarakat.

Dukungan pemerintah juga diberikan dalam bentuk alat dan mesin pertanian. Sebanyak 14 unit Rice Transplanter beserta tray planter diserahkan kepada 14 Subak yang berada di tujuh kecamatan.

Penerima bantuan tersebut berasal dari Kecamatan Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Sukasada, Banjar, Seririt, dan Busungbiu. Total nilai bantuan Rice Transplanter mencapai sekitar Rp1,089 miliar.

Sutjidra menyambut baik bantuan tersebut karena Alsintan masih sangat dibutuhkan petani untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan. Pemkab Buleleng sendiri sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan traktor kepada sejumlah Subak.

Baca Juga:  Lapas Tabanan Panen 15 Kg Jagung, Warga Binaan Belajar Bertani

Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan legislatif menjadi penting untuk menjawab kebutuhan petani, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Selain meningkatkan produksi, Pemkab Buleleng juga mendorong peningkatan mutu dan nilai ekonomi produk pertanian lokal. Salah satu langkah yang didorong adalah fasilitasi Indikasi Geografis (IG) agar produk unggulan daerah memiliki identitas sekaligus nilai tambah yang lebih kuat.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama mengapresiasi pemerintah daerah yang aktif menjembatani kebutuhan petani dengan pemerintah pusat.

Ia berharap bantuan yang diterima dapat digunakan secara tepat dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harapkan ke depan bantuan pemerintah ini disambut dan dipergunakan dengan baik. Sehingga bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat kita khususnya petani kita yang ada di Buleleng khususnya dan Bali umumnya,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, bantuan pertanian untuk Buleleng yang disalurkan mencapai Rp3,494 miliar. Bantuan tersebut bersumber dari Dana Aspirasi DPR RI Komisi IV dan APBN.

Besarnya dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian Buleleng dari hulu hingga hilir. Mulai dari penggunaan teknologi pertanian, pengembangan komoditas kopi dan kelapa, hingga peningkatan kualitas produk lokal.

Dengan pemanfaatan bantuan secara optimal, pemerintah berharap produktivitas pertanian meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan kesejahteraan petani Buleleng ikut terdongkrak.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER