DENPASAR, MEDIAPELANGI.com — Kalender tenis nasional kembali diramaikan dua turnamen terbuka di Bali. Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Pengprov Bali bersama Pengkab Pelti Badung akan menggelar Turnamen Tenis Nasional Piala Bupati Badung 2026 dan Bali Open Turnamen Tennis Piala Gubernur Bali 2026.
Dua turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang perebutan hadiah. Para petenis dari berbagai daerah akan datang untuk menguji kemampuan, mengejar prestasi sekaligus mengumpulkan poin peringkat nasional Pelti (PNP), khususnya pada Bali Open yang tercatat sebagai Turnamen Diakui Pelti (TDP).
Pendaftaran kedua turnamen telah dibuka dan dijadwalkan berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Turnamen Piala Bupati Badung akan digelar pada 15–26 Oktober 2026, sedangkan Bali Open Turnamen Tennis Piala Gubernur Bali dijadwalkan pada 4–13 November 2026.
Total uang pembinaan yang diperebutkan dalam dua turnamen tersebut mencapai Rp210 juta. Piala Bupati Badung menyediakan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp110 juta, sedangkan Piala Gubernur Bali menyediakan Rp100 juta, ditambah piagam penghargaan dan hadiah lainnya.
Turnamen Piala Bupati Badung tahun ini memasuki penyelenggaraan kedua. Jika pada pelaksanaan perdana hanya mempertandingkan nomor junior tingkat Bali dan NTB, tahun ini cakupannya diperluas dengan menghadirkan nomor junior dan senior tingkat nasional.
Pada kelompok junior, nomor yang dipertandingkan meliputi kelompok umur atau KU 10, KU 12, KU 14 dan KU 16 putra dan putri, baik nomor tunggal maupun ganda.
Perluasan kategori tersebut membuka kesempatan bagi petenis usia muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan peserta dari daerah lain. Sementara nomor senior nasional menjadi ruang persaingan bagi petenis yang ingin mengukur kemampuan sekaligus mengejar prestasi di level yang lebih tinggi.
Pertandingan kedua turnamen akan dipusatkan di dua lokasi, yakni Lapangan Tenis GOR Ngurah Rai, Jalan Angsoka, serta Lapangan Tenis GOR Lumintang, Jalan Gatot Subroto, Denpasar.
Media Communication Pelti Bali, Roy Emerson Hidiya, mengatakan penyelenggaraan Piala Gubernur Bali dan Piala Bupati Badung memiliki arti penting bagi perkembangan tenis di Indonesia.
Menurut Roy, turnamen tersebut dapat menjadi arena bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi bagian dari proses persiapan menghadapi agenda olahraga nasional.
“Turnamen tenis Gubernur Bali Cup dan Piala Bupati Badung ini merupakan ajang mengejar dan menunjukkan prestasi nasional sekaligus sebagai proses seleksi semua provinsi di Indonesia dalam rangka mempersiapkan atlet masing-masing daerah yang akan diturunkan pada ajang PON 2028 yang akan dilaksanakan di Provinsi NTB dan NTT,” ujar Roy.
Perhatian khusus diberikan pada Bali Open Turnamen Tennis Piala Gubernur Bali. Turnamen ini terdaftar sebagai TDP atau Turnamen Diakui Pelti, sehingga peserta memiliki kesempatan mengejar poin peringkat nasional Pelti.
Status tersebut diharapkan membuat persaingan semakin kompetitif karena peserta tidak hanya datang untuk memperebutkan hadiah, tetapi juga memiliki target meningkatkan posisi dalam peringkat nasional.
Roy berharap kualitas pertandingan tahun ini semakin meningkat, terutama pada pelaksanaan Bali Open yang berstatus TDP.
“Kami berharap turnamen kali ini lebih berkualitas, terutama turnamen Piala Gubernur Bali Open karena terdaftar sebagai TDP, yaitu turnamen yang diakui oleh Pelti Pusat sehingga para peserta berlomba mengejar poin peringkat nasional Pelti (PNP),” katanya.
Selain aspek prestasi, kehadiran petenis dari berbagai daerah juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi Bali.
Roy menyebut turnamen tenis dapat menjadi bagian dari pengembangan sport tourism. Para atlet yang datang bertanding berpeluang tidak datang seorang diri, tetapi juga mengajak keluarga untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Bali.
“Dengan ikut sertanya para petenis nasional harapan kami bisa mendongkrak dan membangkitkan ekonomi Bali lewat sport tourism, khususnya UMKM. Mereka bisa bertanding sekaligus mengajak keluarganya untuk bisa berwisata ke Bali,” ujar Roy.
Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui kontak WhatsApp 0813338451380, 081999950470 dan 0811386633, atau melalui pemindaian barcode yang tersedia pada flyer turnamen.
Dengan dua agenda yang berlangsung berdekatan, Bali tidak hanya menjadi lokasi pertandingan tenis, tetapi juga diproyeksikan menjadi titik pertemuan atlet dari berbagai daerah. Lapangan tenis menjadi arena kompetisi, sementara sektor pariwisata dan UMKM diharapkan ikut merasakan pergerakan ekonomi dari kedatangan peserta dan pendamping.
Bagi petenis muda, turnamen ini menjadi kesempatan menambah pengalaman. Bagi petenis senior, persaingan nasional dan poin PNP menjadi target yang diperebutkan. Sementara bagi Bali, dua turnamen tersebut membawa peluang menggabungkan prestasi olahraga dengan aktivitas pariwisata dan ekonomi lokal.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!










