TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Sebatang bambu menjadi upaya terakhir teman-teman LM (59) untuk menyelamatkan warga negara asing (WNA) asal Jerman tersebut ketika tubuhnya mulai terseret arus di Pantai Petangahan, Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Selasa (6/10/2026) siang.
Korban sempat terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan setelah bergerak semakin ke tengah laut untuk mencari bagian air yang lebih dalam. Namun derasnya arus membuat korban semakin terbawa menjauh dari bibir pantai.
Upaya pertolongan secara spontan dilakukan teman korban. Sebatang bambu digunakan untuk menjangkau LM yang saat itu masih terlihat di laut. Namun, jarak dan kondisi arus membuat usaha tersebut tidak berhasil.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Saat itu korban bersama tiga orang temannya datang ke Pantai Petangahan yang lokasinya hanya sekitar 100 meter dari tempat mereka menginap di Villa Desa Cabins.
Setibanya di pantai, korban bersama beberapa temannya memilih mandi. Sementara sebagian lainnya berada di pinggir pantai.
Situasi kemudian berubah ketika korban terlihat berjalan atau berenang semakin ke tengah. Ia disebut mencari bagian laut yang lebih dalam. Tidak lama kemudian, salah seorang temannya melihat korban mulai terseret arus.
Korban sempat memberikan tanda meminta pertolongan dengan melambaikan tangan.
Teman-temannya kemudian berusaha melakukan penyelamatan menggunakan bambu. Namun upaya tersebut tidak mampu menghentikan tubuh korban yang terus terbawa arus.
Karena pertolongan dari bibir pantai tidak berhasil, teman korban kemudian bergegas kembali ke Villa Desa Cabins untuk meminta bantuan kepada staf vila, I Made Panji Setyawan.
Mereka selanjutnya kembali menuju Pantai Petangahan. Namun ketika tiba di lokasi, korban sudah tidak terlihat di permukaan air.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Selemadeg Barat. Tim gabungan bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan di sekitar lokasi awal dirinya mandi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Tim kemudian mengevakuasi jasad korban ke pinggir pantai. Pemeriksaan awal dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Selemadeg Barat, dr. Darma Wira Putra, melalui visum luar.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah LM kemudian dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut.
Korban diketahui menginap di Villa Desa Cabins bersama teman-temannya. Lokasi vila yang relatif dekat dengan pantai membuat rombongan tersebut memilih Pantai Petangahan sebagai tempat untuk menikmati suasana pesisir.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bagaimana kondisi laut dapat berubah cepat. Aktivitas mandi atau berenang yang semula berlangsung biasa dapat menjadi berbahaya ketika seseorang bergerak menuju bagian laut yang lebih dalam dan terseret arus.
Kepolisian mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi perairan sebelum melakukan aktivitas di laut. Wisatawan juga perlu mengenali karakter pantai, memperhatikan arus dan gelombang, serta tidak memaksakan diri masuk ke area yang berisiko.
Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak untuk melanjutkan peristiwa tersebut ke ranah hukum.
Dengan demikian, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa di Pantai Petangahan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan tetap harus menjadi prioritas saat menikmati kawasan pantai. Kondisi laut yang terlihat tenang dari bibir pantai tidak selalu berarti aman ketika seseorang mulai masuk ke bagian perairan yang lebih dalam.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











