BerandaTabananPanggung Idol di Lapas Tabanan, Hiburan yang Bikin Lupa Jeruji

Panggung Idol di Lapas Tabanan, Hiburan yang Bikin Lupa Jeruji

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Lapas Kelas IIB Tabanan kembali menunjukkan komitmennya dalam membina semangat kebersamaan dan ekspresi diri para penghuninya melalui ajang “Lapas Tabanan Idol”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Digelar di Aula Candra Prabhawa pada Jumat (08/08/2025), lomba tarik suara ini tidak hanya diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga oleh para petugas Lapas yang turut menunjukkan kemampuan vokal mereka.

Satu per satu peserta tampil penuh percaya diri di atas panggung, mempersembahkan suara emas untuk menghibur seluruh penonton yang hadir. Riuh tepuk tangan dan sorakan turut menghidupkan suasana, menandakan antusiasme tinggi dari seluruh pihak.

Baca Juga:  Kota Tabanan dan Kota Singasana, Dua Identitas yang Menjadi Kebanggaan Bersama

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Walaupun sarana yang ada sederhana, saya berharap setiap penampil mampu menghibur penonton dan memukau para juri dengan penampilan terbaik mereka. Ini juga sebagai wujud semangat kita dalam menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia,” ujarnya.

Koordinator bidang lomba, Komang Suryana, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para peserta menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang tarik suara. “Kami ingin memberi ruang untuk berekspresi sekaligus mempererat kebersamaan antara petugas dan WBP,” ujarnya.

Salah satu peserta, Kadek, menyampaikan kegembiraannya usai tampil. “Saya senang bisa ikut memeriahkan acara ini. Bernyanyi bukan hanya sekadar hobi, tapi juga cara untuk menghibur teman-teman dan petugas,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tabanan Jajaki Sister City dengan Yunani, Bidik Pasar Internasional

Ajang ini juga diwarnai dengan sistem penjurian kolaboratif, yang melibatkan petugas dan WBP berpengalaman di bidang musik dan fashion. Penilaian mencakup kualitas vokal, penghayatan lagu, penguasaan panggung, dan penampilan keseluruhan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Tabanan terus memperkuat pendekatan pembinaan berbasis seni dan budaya, sekaligus merayakan kemerdekaan dengan penuh suka cita di balik jeruji.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER