TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data pengelola, total kunjungan wisatawan selama tahun 2025 mencapai 1.416.794 orang, turun dari capaian tahun 2024 yang mencapai 1.793.821 orang.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan, didampingi Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan I Wayan Sanjaya Tampi, saat diwawancarai Jumat (2/1/2026) membenarkan adanya penurunan tersebut. Menurutnya, penurunan jumlah kunjungan terjadi secara akumulatif sepanjang tahun.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2024, total kunjungan wisatawan di tahun 2025 memang mengalami penurunan,” ujar Toni Wirawan.
Sanjaya Tampi menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab menurunnya angka kunjungan wisatawan ke Tanah Lot. Faktor pertama adalah kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Efisiensi anggaran tentu berdampak pada mobilitas masyarakat untuk berwisata,” jelasnya.
Faktor kedua adalah penghapusan kegiatan study tour sekolah di sejumlah daerah. Kebijakan ini dinilai turut mempengaruhi jumlah kunjungan, mengingat Tanah Lot selama ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisata edukasi.
“Study tour sekolah sebelumnya memberikan kontribusi cukup besar terhadap kunjungan wisatawan domestik,” tambahnya.
Selain itu, faktor ketiga yang turut mempengaruhi adalah isu pariwisata negatif di media sosial. Menurut Sanjaya, framing negatif terhadap destinasi wisata dapat berdampak pada persepsi calon wisatawan.
“Isu pariwisata negatif di media sosial cukup berpengaruh. Ketika framing yang muncul kurang baik, calon pengunjung bisa saja mengurungkan niat untuk datang,” ungkap Sanjaya Tampi.
Meski demikian, pihak pengelola menilai penurunan tersebut masih tergolong wajar jika melihat kondisi dan situasi pariwisata secara umum. Bahkan, tidak hanya Tanah Lot, beberapa destinasi wisata lain di Kabupaten Tabanan juga mengalami tren penurunan serupa sepanjang tahun 2025.
Di sisi lain, Sanjaya menambahkan bahwa kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) justru menunjukkan lonjakan signifikan. Pada 1 Januari 2026, tercatat sebanyak 8.190 wisatawan berkunjung ke Tanah Lot, dengan mayoritas merupakan wisatawan domestik.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 6.000 lebih wisatawan domestik, sementara sisanya merupakan wisatawan mancanegara,” jelasnya.
Lonjakan kunjungan saat periode libur panjang ini menunjukkan bahwa Tanah Lot tetap menjadi destinasi favorit wisatawan, khususnya pada momen libur besar, meskipun secara akumulatif angka kunjungan tahunan mengalami penurunan.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











