DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan International Fora for Kredit Program Pemerintah 2026. Forum internasional ini diharapkan menjadi momentum memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Koster menegaskan, UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Selain menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja lokal, UMKM juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan ekonomi daerah, pengurangan kemiskinan, serta pelestarian kearifan lokal.
Namun, keterbatasan akses permodalan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha. Karena itu, kemudahan memperoleh pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan dinilai penting agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing.
“UMKM bukan sekadar sektor usaha, melainkan motor penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat serta pelestari kearifan lokal di Provinsi Bali. Kita semua menyadari bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah adalah tulang punggung perekonomian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,” ujar Koster.
Dalam kesempatan tersebut, Koster juga memaparkan bahwa sejumlah indikator makro pembangunan Bali secara umum berada di atas rata-rata nasional. Meski demikian, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan melalui perencanaan yang akurat, terukur, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya dalam menghadapi tantangan pembangunan. Arah pembangunan Bali juga perlu diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang mengusung visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045” melalui delapan misi Asta Cita.
Menyongsong 2027, Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dinamika ekonomi global dan nasional. Strategi tersebut mencakup transformasi struktur ekonomi melalui Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, penguatan ekosistem investasi satu pintu dan akselerasi digital, peningkatan kolaborasi dengan instansi vertikal, serta pemetaan peluang investasi prioritas.
Sektor yang menjadi prioritas investasi meliputi pertanian organik, energi bersih dan kemandirian energi, industri berbasis budaya dan jenama Bali, ekonomi digital dan kreatif, serta pariwisata budaya dan wisata kebugaran atau wellness tourism. Pengembangan sektor tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru dan memperkuat keterlibatan UMKM dalam rantai perekonomian Bali.
Koster menilai, khususnya pada sektor ekonomi kreatif dan digital, diperlukan ekosistem usaha yang kondusif, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta penguatan daya saing. Salah satu faktor pendukungnya adalah akses pembiayaan yang mudah, inklusif, dan berkelanjutan.
Karena itu, ia mendorong optimalisasi kredit program pemerintah melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, perbankan, dan dunia usaha. Pembiayaan diharapkan tidak hanya memperluas akses modal, tetapi juga meningkatkan produktivitas, kapasitas usaha, dan kesejahteraan masyarakat.
Forum yang mengusung tema “Strengthening Government Kredit Programs: Advancing Inclusive and Sustainable MSME Financing” tersebut diharapkan menghasilkan gagasan inovatif dan kerja sama strategis untuk membangun sistem pembiayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pemerintah terus mengonsolidasikan berbagai institusi pembiayaan, baik di dalam negeri maupun internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kepercayaan lembaga pembiayaan sekaligus memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Maman menekankan bahwa peningkatan pembiayaan harus memperhatikan aspek kuantitas dan kualitas. Penyaluran kredit yang semakin besar perlu diimbangi ketepatan sasaran agar memberikan dampak nyata terhadap produktivitas usaha dan penciptaan lapangan kerja.
Ia menyebutkan, total pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit non-KUR mencapai sekitar Rp1.500 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar Rp300 triliun KUR dan Rp1.200 triliun kredit non-KUR. Hingga 21 Oktober 2026, porsi penyaluran KUR pada sektor produksi disebut telah mencapai 65,9 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menjelaskan, forum internasional tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan, termasuk mitra internasional, untuk memperkuat sinergi dan memperluas pembiayaan produktif. Kredit program pemerintah diarahkan untuk mendukung sektor pertanian, industri, industri padat karya, perumahan, serta pemberdayaan kelompok rentan, khususnya perempuan prasejahtera.
Airlangga memaparkan, hingga Oktober 2026 penyaluran kredit program pemerintah telah mencapai sekitar Rp294,6 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 4,27 juta debitur. Pemerintah juga mendorong peningkatan pembiayaan sektor produktif dengan tetap menjaga kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) disebut berada pada kisaran 2,13 persen.
Ke depan, pemerintah pusat berkomitmen memperkuat konektivitas pembiayaan dan sinergi dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian dan pengendalian inflasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyaluran simbolis kredit program pemerintah kepada debitur KUR, Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA), Kredit Industri Padat Karya (KIPK), Kredit Program Perumahan (KPP), serta calon debitur Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS).
Melalui forum internasional ini, pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan mitra internasional semakin kuat. Perluasan akses permodalan diharapkan membantu UMKM tumbuh, meningkatkan kapasitas usaha, dan naik kelas sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Bali maupun Indonesia.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











