TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kondisi keuangan RSUD Tabanan tengah menjadi sorotan serius setelah terungkap rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut menanggung utang mencapai Rp36,45 miliar. Situasi ini bahkan berdampak pada munculnya kelangkaan obat serta tersendatnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Fakta tersebut terungkap saat Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan melakukan inspeksi (sidak0 langsung ke RSUD Tabanan, Senin (16/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan menyusul berbagai keluhan masyarakat terkait ketersediaan obat dan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit rujukan tersebut.
Kunjungan lapangan itu dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana dan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Tabanan I Made Asta Dharma serta I Putu Gede Juliastrawan berserta anggota dengan pendampingan dari jajaran Dinas Kesehatan.
Dalam pertemuan dengan manajemen rumah sakit, terungkap bahwa beban utang puluhan miliar rupiah tersebut berasal dari berbagai kewajiban operasional yang belum terbayar hingga akhir tahun 2025.
Direktur RSUD Tabanan I Gede Sudiarta menjelaskan bahwa tekanan finansial ini salah satunya dipicu oleh masa transisi sistem administrasi dari manual menuju digital.
Menurutnya, rumah sakit saat ini sedang menerapkan Rekam Medik Elektronik serta Program Nuha yang menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.
Namun proses adaptasi terhadap sistem baru tersebut belum berjalan optimal karena sebagian staf masih mengalami kesulitan dalam pengoperasian sistem digital, sehingga berdampak langsung pada proses klaim ke BPJS yang menjadi sumber utama pemasukan rumah sakit.
“Krisis obat ini juga dipengaruhi oleh adanya nilai klaim-klaim. Karena operasional rumah sakit sangat tergantung dari pendapatan operasional yang kita ajukan dari klaim ke BPJS. Dari nilai klaim BPJS itulah kita gunakan pertama untuk pembelian obat,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, total utang Rp36,45 miliar itu terdiri dari utang pengadaan obat sebesar Rp19,97 miliar serta utang Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) senilai Rp16,48 miliar.
Akibat tunggakan tersebut, sejumlah vendor bahkan melakukan pemblokiran terhadap pengadaan obat melalui sistem e-katalog. Kondisi ini membuat rumah sakit kesulitan melakukan pembelian obat baru sehingga berpotensi mengganggu pelayanan medis kepada pasien.
Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana menyampaikan keprihatinan sekaligus kritik keras terhadap kondisi manajemen keuangan rumah sakit tersebut.
Ia menilai defisit yang mencapai puluhan miliar rupiah tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa dan memerlukan langkah cepat dari pemerintah daerah.
“Ketika terjadi defisit dan piutang sebesar Rp36 miliar tentu ini harus menjadi perhatian serius. Kami Komisi IV akan datang kepada Bupati selaku pemegang kebijakan agar rumah sakit ini benar-benar mendapat dukungan,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan RSUD Tabanan sangat vital karena rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan rujukan tipe B yang melayani masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan.
Karena itu, DPRD mendorong adanya langkah-langkah penyelamatan agar pelayanan kesehatan tidak sampai terganggu lebih jauh.
Salah satu solusi yang mengemuka adalah usulan pemberian subsidi operasional melalui APBD Perubahan dengan nilai mencapai Rp60 miliar guna menalangi beban operasional rumah sakit.
Selain itu, DPRD juga meminta manajemen rumah sakit segera meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan intensif terkait pengoperasian sistem teknologi informasi agar proses pengajuan klaim BPJS tidak lagi mengalami hambatan.
Manajemen RSUD Tabanan sendiri menargetkan pembayaran utang kepada vendor dapat dilakukan setelah klaim BPJS bulan Desember dicairkan pada pertengahan Maret ini.
Di sisi lain, DPRD juga menyoroti pentingnya profesionalisme tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit dalam menjaga kualitas layanan.
“Menempatkan tenaga di rumah sakit ini tidak boleh main-main. Untuk mempertahankan standar ISO, harus orang-orang yang paham, memiliki dedikasi dan integritas,” ujar Wastana.
Ia pun mengingatkan agar kondisi yang terjadi saat ini tidak sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Tabanan.
“Jangan sampai muncul anggapan di masyarakat bahwa rumah sakit ini semakin hari semakin menurun,” pungkasnya.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











