TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Bertepatan dengan Buda Kliwon Gumbreg, Rabu (13/5/2026), Pura Luhur Batu Panes yang berlokasi di Banjar Belulang, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan akan menggelar puncak piodalan.
Berbagai persiapan kini terus dimatangkan oleh krama pengemong dan penyungsung pura untuk menyambut ribuan pemedek yang diperkirakan hadir saat upacara berlangsung.
Pura Luhur Batu Panes dikenal sebagai salah satu pura penting di Bali dan memiliki nuansa alam yang masih sangat asri karena berada di kawasan pegunungan dengan hamparan persawahan khas wilayah Penebel.
Ketua panitia karya, I Nyoman Arnawa, menjelaskan bahwa piodalan di Pura Luhur Batu Panes dilaksanakan setiap 35 hari atau satu bulan Bali menjelang Hari Raya Galungan.
“Piodalannya tepat pada Buda Kliwon Gumbreg besok,” ujar Arnawa saat ditemui Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir oleh krama penyungsung pura, khususnya warga Banjar Belulang dan Wongaya Betan yang selama ini bertanggung jawab dalam pelaksanaan karya di pura tersebut.
Persiapan yang dilakukan meliputi pembuatan berbagai sarana upakara, penataan areal pura, kebersihan lingkungan, hingga pengaturan fasilitas pendukung untuk kenyamanan pemedek.
Arnawa mengatakan, prosesi puncak piodalan dijadwalkan berlangsung mulai siang hingga sore hari pada Rabu (13/5). Setelah itu, rangkaian upacara akan nyejer selama tiga hari dan diakhiri dengan upacara panyineban pada Sabtu (16/5/2026).
“Piodalan akan nyejer selama tiga hari,” jelas Arnawa yang juga Ketua DPRD Tabanan ini.
Sebagai salah satu pura yang cukup dikenal di Bali, piodalan di Pura Luhur Batu Panes diperkirakan akan dihadiri pemedek dari berbagai wilayah, baik dari Kabupaten Tabanan maupun daerah lainnya di Bali.
Karena itu, pihak panitia juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan upacara, terutama terkait pengaturan parkir kendaraan dan arus pemedek.
Arnawa memastikan area parkir yang tersedia dinilai cukup memadai meskipun jumlah pemedek yang datang diperkirakan membludak.
Selain memanfaatkan areal pelataran pura, lokasi parkir tambahan juga telah disiapkan di sekitar Balai Banjar Belulang yang memiliki area cukup luas.
“Areal parkir dipastikan memadai meskipun pemedek banyak. Selain di pelataran pura, parkir juga tersedia di sekitar Balai Banjar Belulang yang cukup luas dan mampu menampung puluhan mobil,” ungkapnya.
Panitia juga akan mengatur arus keluar masuk kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan di jalur menuju kawasan pura.
Selain itu, masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban dan kebersihan selama mengikuti rangkaian persembahyangan.
Tak hanya menjadi lokasi persembahyangan, kawasan sekitar Pura Luhur Batu Panes juga dikenal memiliki panorama alam yang indah dan udara sejuk khas pegunungan Penebel.
Hamparan sawah hijau yang membentang di sekitar pura menjadi daya tarik tersendiri bagi pemedek maupun wisatawan spiritual yang datang ke kawasan tersebut.
Menurut Arnawa, banyak masyarakat yang sengaja datang lebih awal atau menyempatkan diri menikmati keindahan alam setelah selesai melakukan persembahyangan.
“Sehabis sembahyang, pemedek juga bisa melihat pemandangan persawahan yang indah di sekitar pura,” katanya.
Selain panorama alam, kawasan tersebut juga memiliki pemandian air panas alami yang cukup dikenal masyarakat.
Keberadaan pemandian air panas itu menjadi pelengkap daya tarik spiritual sekaligus wisata alam di kawasan Pura Luhur Batu Panes.
“Bisa juga sekalian mandi di pemandian air panas,” imbuh Arnawa.
Piodalan di Pura Luhur Batu Panes sendiri tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga pengemong dan penyungsung pura.
Melalui semangat gotong royong, seluruh krama terlibat aktif dalam berbagai persiapan karya, mulai dari pembuatan upakara hingga penataan areal pura.
Panitia berharap seluruh rangkaian piodalan dapat berlangsung lancar, aman, dan khidmat sehingga memberikan kenyamanan bagi seluruh pemedek yang hadir.
Masyarakat yang hendak tangkil juga diimbau tetap menjaga kebersihan kawasan pura serta mengikuti arahan panitia demi kelancaran pelaksanaan upacara.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











