BerandaDenpasarBPKAD Bali Luncurkan Counter EETA Web untuk Perkuat Kualitas Laporan Keuangan

BPKAD Bali Luncurkan Counter EETA Web untuk Perkuat Kualitas Laporan Keuangan

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah. Terbaru, BPKAD Bali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) EETA Connect Episode 3 sekaligus meluncurkan inovasi Counter EETA Basis Web yang difokuskan untuk optimalisasi penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Audited Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada Selasa (26/5/2026) di Ruang Rapat Adyasta Utama, Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Bali tersebut diikuti seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali serta BPKAD Kabupaten/Kota se-Bali.

Peluncuran Counter EETA Basis Web menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan daerah sekaligus mempercepat proses penyusunan CaLK sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan standar pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kepala BPKAD Provinsi Bali, I Ketut Maduyasa, menegaskan bahwa penerapan sistem digital terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pelaporan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi tingkat kepatuhan penyajian CaLK Tahun Anggaran 2024, penggunaan Counter EETA berhasil menekan jumlah SKPD dengan kategori “perlu perhatian lebih” dari enam SKPD menjadi nol.

“Intervensi sistem ini terbukti memberikan dampak perbaikan yang nyata. Pada kondisi unaudited, SKPD yang mendekati standar hanya satu, kini pada fase audited naik menjadi tujuh. Ini menjadi landasan objektif mengapa transformasi digital melalui implementasi web ini sangat krusial,” ujar Maduyasa.

Ia menjelaskan, sebelum implementasi sistem digital atau pada fase unaudited, terdapat 13 SKPD yang perlu peningkatan dan enam SKPD masuk kategori perlu perhatian lebih. Namun setelah penerapan Counter EETA, jumlah tersebut menurun menjadi sembilan SKPD perlu peningkatan dan tidak ada lagi SKPD dengan kategori perhatian lebih.

Selain itu, kategori SKPD dengan penilaian “cukup baik” meningkat dari sembilan menjadi sebelas SKPD. Kondisi tersebut menunjukkan transformasi digital yang dilakukan BPKAD Bali mulai memberikan hasil nyata terhadap kualitas tata kelola laporan keuangan daerah.

Maduyasa menekankan bahwa penyusunan CaLK Audited Tahun 2025 harus mengedepankan prinsip adequate disclosure atau pengungkapan informasi yang memadai.

“Kita harus memastikan pengungkapan pada CaLK disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Standar BPK RI, terlebih guna mempercepat penyelesaian laporan berhubung telah selesainya proses pemeriksaan dan penyesuaian jurnal,” tegasnya.

Bimtek EETA Connect Episode 3 juga dirancang untuk mempercepat penyelesaian CaLK Audited 2025 sekaligus memfasilitasi transisi sistem kerja dari aplikasi berbasis Excel menuju Local Web Application berbasis Python dan Flask.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang diseminasi inovasi bagi delapan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali yang sebelumnya telah melakukan studi tiru terkait implementasi sistem tersebut.

Counter EETA Basis Web sendiri memiliki sejumlah keunggulan teknis yang mendukung efektivitas penyusunan laporan keuangan daerah. Sistem ini mampu memproses data jurnal berskala besar dengan cepat serta dapat dioperasikan secara offline demi menjaga keamanan data.

Beberapa fitur utama yang dihadirkan antara lain Uji Prosedur Analitis (Uji PA) otomatis, generasi Tabel Penjelas Selisih LO-LRA otomatis, serta Tabel Mutasi Aset Tetap. Seluruh sistem dibangun menggunakan teknologi open-source sehingga tidak memerlukan biaya lisensi perangkat lunak tambahan.

Baca Juga:  Pasokan BBM Buleleng di Bawah 50 Persen, Sutjidra Desak Pertamina

Di hadapan peserta bimtek yang terdiri dari perwakilan SKPD, BPKAD kabupaten/kota se-Bali, peninjau dari Dewan Pimpinan Pusat IKANAS STAN, hingga media massa, Maduyasa menegaskan pentingnya menjaga kualitas laporan keuangan daerah untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Pemerintah Provinsi Bali sudah mencapai opini WTP sebanyak 12 kali berturut-turut. Kualitas ini tidak boleh hanya sebatas sertifikat, mari kualitas ini ditampilkan secara nyata melalui CaLK yang andal,” pungkasnya.

Transformasi digital yang dilakukan BPKAD Bali dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, transparan, akuntabel, dan efisien. Penggunaan sistem berbasis web diharapkan mampu meminimalisasi kesalahan manual sekaligus meningkatkan akurasi penyusunan laporan keuangan daerah.

Selain mempercepat proses penyusunan laporan, sistem ini juga diharapkan mampu mendukung efektivitas pengawasan dan evaluasi keuangan daerah secara lebih terukur.

Acara Bimtek EETA Connect Episode 3 dipandu Penelaah Teknis Kebijakan Luh Putu Aristyasanti dengan menghadirkan narasumber Kepala Sub Bidang Akuntansi dan Pelaporan I Putu Sudano serta Koordinator Tim Efektif LKPD EETA I Dewa Made Vedanta Dwipayana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, seluruh peserta luring diwajibkan membawa tumbler pribadi dan laptop masing-masing guna mendukung praktik teknis selama kegiatan berlangsung.

Melalui inovasi Counter EETA Basis Web, Pemerintah Provinsi Bali optimistis kualitas laporan keuangan daerah akan semakin meningkat serta mampu mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional, modern, dan berbasis digital di masa depan.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER