BerandaBadungPerumda MGS Wujudkan Pasar Bersih, Aman dan Nyaman di Badung

Perumda MGS Wujudkan Pasar Bersih, Aman dan Nyaman di Badung

18 Ton Sampah Setiap Hari, Perumda MGS Siapkan Solusi Besar

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan sampah di Bali, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung menyiapkan langkah besar yang berpotensi mengubah wajah pasar tradisional.

Tidak sekadar membersihkan lingkungan pasar, Perumda MGS kini membidik pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dengan target mengubah belasan ton sampah harian menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar penataan pasar tradisional di Kabupaten Badung yang mengedepankan tiga pilar utama, yakni kebersihan, keamanan, dan kenyamanan.

Direktur Utama Perumda MGS Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyusun kajian komprehensif terkait tata kelola sampah di sembilan pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda MGS.

Jumlah sampah yang dihasilkan dari sembilan pasar tersebut tidak sedikit. Setiap hari, volume sampah mencapai sekitar 18 ton, terdiri dari sampah organik maupun anorganik yang selama ini sebagian besar masih berakhir di tempat pembuangan.

Menurut Pasek Wedha, kondisi tersebut tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan semata. Sebaliknya, sampah harus dilihat sebagai sumber daya yang memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan sistem yang tepat.

“Kami sedang mengkaji bagaimana sampah yang selama ini menjadi beban justru bisa menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Harapannya, dari pengolahan itu lahir produk yang bisa meningkatkan nilai ekonomi sampah sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Perumda MGS Beringkit, Mengwi, Senin (15/6/2026).

Selama ini, biaya pengangkutan sampah menjadi salah satu pengeluaran rutin yang cukup besar bagi Perumda MGS. Setiap bulan perusahaan daerah tersebut harus mengeluarkan sekitar Rp 50 juta lebih untuk jasa pengangkutan sampah dari pasar-pasar yang dikelola.

Baca Juga:  Koster Prediksi Kunjungan Wisman ke Bali Capai 7,2 Juta pada 2026

Angka tersebut dinilai cukup signifikan dan menjadi alasan kuat mengapa pengelolaan sampah harus mulai diarahkan ke model yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Jika program ini berhasil diterapkan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh Perumda MGS, tetapi juga oleh Pemerintah Kabupaten Badung dan masyarakat secara luas.

Konsep yang tengah dirancang mencakup pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, hingga pengelolaan sampah anorganik yang dapat didaur ulang.

Langkah ini sekaligus mendukung berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber dan mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Perumda MGS juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas lingkungan pasar secara keseluruhan.

Menurut Pasek Wedha, pasar tradisional tidak cukup hanya menyediakan kebutuhan masyarakat. Pasar harus mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman sehingga masyarakat merasa betah berbelanja.

Keamanan pasar menjadi faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik. Sementara kebersihan dan kenyamanan diyakini mampu meningkatkan jumlah pengunjung serta memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah gempuran pasar modern.

“Ketika pasar bersih, aman, dan nyaman, masyarakat akan datang. Transaksi meningkat, pedagang berkembang, dan ekonomi kerakyatan bergerak lebih kuat,” katanya.

Meski secara konsep terlihat sederhana, Pasek Wedha mengakui implementasinya membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Perumda MGS, tetapi membutuhkan dukungan pedagang, masyarakat, pemerintah, hingga media.

Di balik optimisme pengembangan pasar tradisional, Perumda MGS juga masih menghadapi tantangan berupa tingkat keterisian kios yang belum maksimal.

Baca Juga:  Bupati Badung Open: Petenis Singapura Juara KU-16, Vania Borong Dua Gelar

Saat ini terdapat sekitar 1.800 kios yang tersedia di berbagai pasar yang dikelola Perumda MGS. Namun, baru sekitar 1.000 kios yang telah ditempati pedagang.

Artinya masih ada ratusan kios yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, Perumda MGS terus menyiapkan berbagai strategi agar pasar tradisional semakin menarik bagi pedagang maupun pembeli.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperkuat kerja sama dengan pemasok kebutuhan pokok sehingga harga barang tetap kompetitif dan kualitas produk tetap terjaga.

Peran Perumda MGS saat ini tidak hanya sebatas mengelola pasar tradisional. Sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Badung, perusahaan daerah tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Perumda MGS aktif terlibat dalam berbagai program pasar murah menjelang hari besar keagamaan, termasuk saat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah kolaborasi dalam kegiatan Penyarikan Ngardi Rahayu di Banjar Penyarikan, Bualu, yang menghadirkan pasar murah dan berbagai bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Ke depan, Perumda MGS ingin memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, sektor pangan, pelaku usaha, hingga pengembangan digital marketing.

Dengan strategi tersebut, Perumda MGS menargetkan pasar tradisional Badung tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi rakyat, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan pasar modern berbasis kebersihan, keberlanjutan, dan ekonomi sirkular yang mampu mengubah 18 ton sampah per hari menjadi sumber nilai tambah bagi masyarakat.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER