BerandaTabananTak Perlu ke Kantor Dinas, Singasana Jebol Desa Tabanan Datangi Perean dan...

Tak Perlu ke Kantor Dinas, Singasana Jebol Desa Tabanan Datangi Perean dan Luwus

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memperluas akses pelayanan publik hingga ke tingkat desa. Melalui program Singasana Jebol Desa, masyarakat Desa Perean dan Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, mendapat layanan langsung terkait koperasi, UMKM, dan ketenagakerjaan.

Program Singasana Jebol Desa (Sinergi Pelayanan Satu Atap Jemput Bola ke Desa) dilaksanakan pada Senin (31/8). Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan informasi, konsultasi, pendampingan, sekaligus pelayanan sesuai kebutuhan warga.

Kehadiran program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Tabanan mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat. Warga tidak lagi harus datang ke kantor perangkat daerah hanya untuk mendapatkan informasi maupun berkonsultasi mengenai berbagai layanan pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan, I Gede Nengah Sugiarta, saat dikonfirmasi Kamis (3/9), mengatakan Singasana Jebol Desa merupakan bentuk pelayanan jemput bola pemerintah untuk memastikan masyarakat di tingkat desa memperoleh akses layanan secara lebih mudah.

Menurutnya, pelayanan tersebut tidak sekadar memindahkan tempat pelayanan dari kantor dinas ke desa. Program ini juga menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan kendala masyarakat.

“Melalui Singasana Jebol Desa, kami ingin pelayanan pemerintah benar-benar hadir dan dirasakan sampai di tingkat desa. Masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor dinas untuk mendapatkan informasi maupun berkonsultasi. Kami yang datang langsung ke desa,” ujar Sugiarta.

Tiga sektor utama yang dilayani melalui Singasana Jebol Desa Tabanan meliputi koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM, serta ketenagakerjaan.

Pada sektor UMKM, masyarakat memperoleh pendampingan mengenai pengembangan usaha, pemasaran, branding produk hingga informasi berbagai program pemberdayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

Sugiarta mengatakan pendampingan tersebut penting agar pelaku UMKM tidak berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan dalam mengembangkan usaha.

“Di bidang UMKM, kami memberikan pendampingan mulai dari pengembangan usaha, pemasaran, branding produk sampai informasi mengenai program pemberdayaan yang tersedia,” jelasnya.

Selain UMKM, pelayanan Singasana Jebol Desa juga menyasar sektor koperasi. Masyarakat mendapatkan informasi dan konsultasi berkaitan dengan kelembagaan maupun pengembangan koperasi.

Pemerintah berharap layanan tersebut dapat membantu masyarakat memahami tata kelola koperasi sekaligus mendorong kelembagaan koperasi menjadi semakin sehat dan mampu memberikan manfaat bagi anggota.

“Prinsipnya, kami ingin pelayanan ini memberikan manfaat yang konkret bagi masyarakat,” kata Sugiarta.

Sektor koperasi dan UMKM dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat. Karena itu, pelayanan pemerintah diarahkan tidak hanya pada penyampaian informasi administratif, tetapi juga pendampingan yang dapat membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonominya.

Sementara pada sektor ketenagakerjaan, masyarakat memperoleh informasi mengenai kesempatan kerja, program ketenagakerjaan, serta penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) secara prosedural.

Informasi mengenai prosedur menjadi pekerja migran dinilai penting agar masyarakat memahami tahapan resmi sebelum bekerja ke luar negeri. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan jalur resmi demi mendapatkan perlindungan dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  Disdik Tabanan Survei Aset Daerah untuk Fasilitas PAUD

“Khusus ketenagakerjaan, kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar sebelum mengambil keputusan. Termasuk bagi masyarakat yang ingin menjadi pekerja migran, harus melalui prosedur yang resmi agar mendapatkan perlindungan,” ungkap Sugiarta.

Pelaksanaan Singasana Jebol Desa di Desa Perean dan Desa Luwus sekaligus menjadi kesempatan bagi Pemkab Tabanan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Berbagai masukan yang disampaikan warga dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan bentuk pelayanan dan pendampingan yang lebih tepat sasaran.

Sugiarta menegaskan pelayanan publik harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan jemput bola menjadi salah satu cara agar program pemerintah tidak berhenti pada informasi administratif, tetapi benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat.

“Kami berharap Singasana Jebol Desa ini menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Kami hadir bukan hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan kendala masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Singasana Jebol Desa, Pemkab Tabanan menunjukkan komitmen memperkuat pelayanan publik yang mudah dijangkau, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Layanan koperasi, UMKM, dan ketenagakerjaan yang hadir langsung ke desa diharapkan mampu membuka akses sekaligus mendukung penguatan ekonomi warga.

Program ini juga mempertegas semangat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, dengan menghadirkan pemerintah lebih dekat ke masyarakat hingga tingkat desa.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER