TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Tabanan resmi memperkenalkan inovasi sistem kerja baru bertajuk SIBER TABANAN, sebuah langkah transformasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan efisiensi kinerja organisasi, serta membuka akses data kesehatan secara lebih transparan dan real-time kepada masyarakat.
SIBER TABANAN merupakan singkatan dari Sistem kerja BERkelanjutan, Terintegrasi, Aktual, Berorientasi hasil, terpadu, daN AkuNtabel. Inovasi ini tidak hanya diarahkan sebagai penggunaan sistem digital, tetapi juga sebagai perubahan pola kerja seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked., M.M., mengatakan gagasan SIBER TABANAN lahir untuk menjawab tantangan pengelolaan kinerja pemerintah yang semakin kompleks.
Melalui sistem tersebut, seluruh jajaran Dikes Tabanan, UPTD Puskesmas, hingga UPTD lainnya diwajibkan mengintegrasikan seluruh tahapan kerja. Mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan program, pengukuran kinerja, evaluasi, hingga pelaporan.
“Implementasi SIBER TABANAN bukan sekadar membangun sebuah aplikasi, melainkan perubahan cara kerja dan budaya organisasi. Kami bertransformasi dari pola kerja yang parsial menuju kerja terintegrasi, dari yang berorientasi aktivitas menjadi berorientasi pada hasil nyata, serta dari pengelolaan data yang tersebar menjadi terpadu,” ujar dr. IB Surya Wira Andi, Jumat (3/9).
Implementasi SIBER TABANAN diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih terukur dan terintegrasi. Setiap unit kerja memiliki keterkaitan dalam proses pengelolaan data dan pelaporan, sehingga informasi yang dihasilkan dapat digunakan secara lebih cepat dalam mendukung pengambilan kebijakan.
Melalui sistem ini, hasil kegiatan dan data kinerja dilaporkan secara berkala. Data tersebut kemudian diunggah secara online dan real-time setelah jam pelayanan maupun setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Menurut dr. IB Surya Wira Andi, perubahan sistem tersebut penting agar data kesehatan tidak hanya menjadi laporan administratif yang tersimpan tanpa dimanfaatkan secara maksimal.
“Hal ini memastikan bahwa setiap data kesehatan tidak hanya menjadi sekadar laporan administratif, melainkan menjadi basis acuan proaktif dalam pengambilan keputusan, pemantauan kemajuan, hingga tindakan korektif cepat,” terangnya.
Dengan sistem kerja yang terintegrasi, pemerintah dapat melakukan pemantauan terhadap perkembangan program secara lebih cepat. Jika ditemukan persoalan atau capaian yang belum sesuai target, langkah evaluasi dan tindakan perbaikan dapat dilakukan lebih dini.
Salah satu bagian penting dari inovasi SIBER TABANAN adalah keterbukaan akses informasi kepada publik. Dikes Kabupaten Tabanan membuka kesempatan bagi masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), maupun pemangku kepentingan lainnya untuk melihat data kinerja Dinas Kesehatan dan Puskesmas se-Kabupaten Tabanan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga dapat memperoleh akses terhadap informasi mengenai kinerja pelayanan kesehatan.
Untuk mengakses data tersebut, masyarakat dapat mengunjungi portal resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. Selanjutnya, pengguna dapat memilih menu SIBER TABANAN pada halaman Dashboard.
Melalui menu tersebut, masyarakat dapat memilih dan mengunduh jenis data kinerja yang dibutuhkan. Sistem ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi tanpa harus datang langsung ke kantor Dinas Kesehatan.
Selain membuka akses data, SIBER TABANAN juga menyediakan ruang partisipasi masyarakat melalui fitur MAKAN, singkatan dari MAsuKan, sAran, dan pertaNyaan.
Fitur tersebut memungkinkan masyarakat menyampaikan masukan, saran, maupun pertanyaan secara langsung. Partisipasi publik diharapkan menjadi bagian penting dalam evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabanan.
Hadirnya SIBER TABANAN menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan membangun budaya kerja yang berkelanjutan dan berorientasi pada hasil.
Transformasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penggunaan teknologi. Lebih jauh, seluruh jajaran Dikes dan fasilitas pelayanan kesehatan didorong membangun pola kerja yang mampu menghubungkan perencanaan, pelaksanaan, data, evaluasi, serta pengambilan keputusan dalam satu sistem yang terpadu.
dr. IB Surya Wira Andi berharap keterbukaan data dan keterlibatan masyarakat melalui SIBER TABANAN dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Kami berharap melalui hadirnya SIBER TABANAN dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan masukan, kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabanan dapat terus ditingkatkan secara konsisten menuju masyarakat Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujarnya.
Ke depan, implementasi SIBER TABANAN diharapkan menjadi fondasi penguatan tata kelola kesehatan di Kabupaten Tabanan. Sistem kerja yang terintegrasi, data yang aktual, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi langkah untuk memastikan pelayanan publik semakin responsif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











