BerandaTabananTugu Singasana Tabanan Dibangun 30 Meter, Bawa Kisah Masa Lalu hingga Visi...

Tugu Singasana Tabanan Dibangun 30 Meter, Bawa Kisah Masa Lalu hingga Visi 100 Tahun ke Depan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Pembangunan Tugu Singasana Tabanan terus dikebut sebagai bagian dari penataan ruang publik sekaligus upaya menghidupkan kembali nilai sejarah dan filosofi Kabupaten Tabanan. Hingga Jumat (4/9/2026), progres pembangunan tugu yang berada di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Tabanan seluas sekitar 10 are itu telah mencapai 30 persen.

Progres pembangunan tersebut ditinjau langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat bersepeda bersama komunitas, Jumat (4/9). Berangkat dari Kantor Bupati Tabanan, Sanjaya bersama komunitas menyusuri Jalan Gajah Mada, kawasan Taman Bung Karno, Lapangan Alit Saputra, hingga Taman Perjuangan Singasana sebelum kembali ke Kantor Bupati Tabanan.

Dalam kegiatan tersebut, Sanjaya didampingi Sekretaris Daerah, para asisten, serta pimpinan perangkat daerah terkait. Gowes bersama dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah kawasan sekaligus memantau perkembangan pembangunan ruang publik di wilayah perkotaan Tabanan.

Sanjaya mengatakan pembangunan Taman Tugu Singasana tidak dirancang sekadar menjadi bangunan monumental. Tugu tersebut akan menjadi ruang yang membawa narasi perjalanan Tabanan dari masa lalu, kondisi saat ini, hingga arah pembangunan daerah di masa depan.

Tugu Singasana nantinya dilengkapi tiga ruang. Masing-masing ruang memiliki narasi berbeda melalui relief yang menggambarkan perjalanan Kabupaten Tabanan.

“Kita bangun Singasana ini untuk masyarakat Tabanan. Di dalam Tugu Singasana ini ada tiga ruang. Ruang pertama ada relief yang menceritakan sejarah Tabanan masa lalu, kemudian Tabanan masa kini, dan relief terakhir menceritakan visi misi Tabanan 100 tahun ke depan,” ujar Sanjaya.

Baca Juga:  Lapas Tabanan Panen 15 Kg Jagung, Warga Binaan Belajar Bertani

Konsep tersebut menjadikan Tugu Singasana tidak hanya sebagai penanda kawasan, tetapi juga media edukasi sejarah dan gambaran perjalanan pembangunan Tabanan bagi masyarakat serta generasi mendatang.

Selain membawa narasi sejarah, desain Tugu Singasana Tabanan juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan semangat pembangunan daerah, yakni Aman, Unggul dan Madani.

Filosofi tersebut diwujudkan melalui tiga tingkatan bangunan. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 10 meter sehingga mencapai 30 meter. Kemudian terdapat tambahan satu meter pada bagian atas yang dimaknai sebagai hubungan dengan alam semesta.

Dengan demikian, total ketinggian bangunan mencapai 31 meter. Angka tersebut kemudian dimaknai melalui 3+1 yang menghasilkan angka 4 sebagai simbol Singasana atau kursi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan monumental di kawasan tersebut dirancang dengan memasukkan identitas dan filosofi daerah.

Lokasi pembangunan Taman Tugu Singasana juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Kawasan tersebut berkaitan dengan keberadaan Tangsi yang pada masa lalu menjadi gudang senjata Belanda dan memiliki keterkaitan dengan perjuangan serta pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sanjaya menyebut sejarah tersebut menjadi bagian penting yang ingin dihadirkan melalui pembangunan kawasan.

“Di tempat yang sangat bersejarah ini kita bangun tugu untuk mengenang Tabanan masa lalu yang sangat heroik, Tabanan masa kini yang sangat subur dengan wilayah agraris dan bagaimana anak-anak kita menuju ke depan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bukan Cuma Awasi Pemilu, Bawaslu se-Bali Turun ke Batukaru Selamatkan Alam

Dengan konsep tersebut, ruang publik yang dibangun di kawasan Singasana diharapkan tidak kehilangan akar sejarahnya.

Selain Tugu Singasana, Sanjaya juga memastikan sejumlah proyek penataan ruang publik lainnya terus dipantau. Di antaranya pembangunan Patung Catur Muka, penataan Lapangan Alit Saputra, Taman Bunda PAUD, serta Taman Perjuangan Singasana.

Bupati menegaskan pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai progres dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pembuat relief Taman Perjuangan Singasana, Wayan Endra, menjelaskan relief yang tengah dikerjakan mengangkat kisah perjuangan rakyat Bali melawan Belanda. Narasi tersebut dimulai dari kawasan pesisir hingga menuju Margarana.

Pengerjaan relief ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

Di sisi lain, penataan Taman Bunda PAUD di Lapangan Alit Saputra yang dikerjakan CV Ari Mustika saat ini telah mencapai sekitar 11 persen dan ditargetkan selesai pada Desember mendatang.

Ke depan, keberadaan Taman Tugu Singasana Tabanan diharapkan menjadi ruang publik yang bukan hanya memperindah kawasan perkotaan. Lebih dari itu, kawasan ini diproyeksikan menjadi tempat masyarakat mengenang sejarah, memahami perjalanan Tabanan hari ini, sekaligus melihat arah pembangunan daerah hingga generasi mendatang.

Pembangunan tersebut menjadi upaya menghadirkan wajah baru ruang publik Tabanan yang tetap berpijak pada sejarah, identitas daerah, serta filosofi pembangunan Aman, Unggul dan Madani.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER