TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Sebanyak 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Angkatan I Tahun 2026 di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) IX/Udayana. Kegiatan selama enam hari, 6-11 September 2026, diarahkan untuk memperkuat disiplin, integritas, kepemimpinan hingga semangat pengabdian ASN kepada masyarakat.
Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Pemkab Tabanan dengan Rindam IX/Udayana tersebut tidak hanya menekankan kemampuan fisik. Pendidikan bela negara juga diarahkan membentuk karakter aparatur agar semakin tangguh, profesional dan mampu bekerja secara solid dalam menjalankan pemerintahan serta pelayanan publik.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan, makna bela negara bagi ASN harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, ASN dapat menunjukkan sikap bela negara melalui disiplin, integritas, loyalitas dan tanggung jawab sebagai abdi negara sekaligus pelayan masyarakat.
“Bela negara bagi seorang ASN bukan hanya tentang bagaimana kita mempertahankan negara secara fisik, tetapi bagaimana kita menunjukkan pengabdian melalui disiplin, integritas, loyalitas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas,” ujar Sanjaya, Senin (7/9/2026).
Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh dan membawa nilai-nilai yang diperoleh ke lingkungan kerja masing-masing.
Bagi Sanjaya, keberhasilan pelatihan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan dan kecintaan terhadap bangsa harus terlihat dalam kinerja ASN serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dari total 100 peserta, sebanyak 10 orang merupakan pejabat pimpinan tinggi, 42 pejabat administrator dan 48 pejabat pengawas. Berdasarkan jenis kelamin, peserta terdiri dari 64 laki-laki dan 36 perempuan.
Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan, I Nyoman Sastera Wibawa, mengatakan komposisi peserta dari berbagai jenjang jabatan menunjukkan bahwa pembinaan kesadaran bela negara menjadi kebutuhan bersama.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum membangun kebersamaan di antara para pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan.
“Pengalaman mengikuti kegiatan secara bersama diharapkan dapat membangun komunikasi, koordinasi dan sinergitas yang semakin kuat dalam menjalankan roda pemerintahan,” jelasnya.
Selama enam hari mengikuti pendidikan bela negara ASN Tabanan, peserta mendapatkan berbagai materi dan kegiatan. Di antaranya Pelatihan Baris Berbaris (PBB), pengetahuan bela negara dan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, mountaineering serta keterampilan bela negara.
Materi diberikan dengan pendampingan tenaga pengajar dari Rindam IX/Udayana. Peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktis yang ditujukan untuk membangun kedisiplinan, ketangguhan, kemampuan bekerja dalam tim dan kesiapan menghadapi tantangan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan sejumlah pejabat yang baru memperoleh amanah di lingkungan Pemkab Tabanan.
Dua di antaranya adalah I Dewa Putu Mahendra yang kini menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan dan I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, AP., yang menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan.
Pendidikan dan pelatihan tersebut berpedoman pada ketentuan terkait bela negara, pertahanan negara dan pengembangan kompetensi ASN. Pelaksanaannya juga mengacu pada Nota Kesepakatan antara Pemkab Tabanan dan Rindam IX/Udayana mengenai sinergitas tugas dan fungsi di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bela negara.
Selain itu, kegiatan mengacu pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 10 Tahun 2018, Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 8 Tahun 2022 dan Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 35 Tahun 2025.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Tabanan berharap nilai bela negara tidak berhenti sebagai materi pelatihan. Disiplin, integritas, nasionalisme, kepemimpinan dan semangat pengabdian diharapkan menjadi bagian dari perilaku ASN dalam memberikan pelayanan.
Pada akhirnya, penguatan karakter aparatur diharapkan mampu mendukung pemerintahan yang semakin profesional sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Tabanan dalam memperkuat kualitas sumber daya aparatur sekaligus mewujudkan pemerintahan yang sejalan dengan visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Ke depan, hasil pendidikan bela negara ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama mengikuti pelatihan. Nilai kedisiplinan, integritas, kepemimpinan dan kebersamaan perlu diwujudkan dalam setiap tugas. Dengan demikian, penguatan karakter ASN benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja birokrasi dan pelayanan publik yang semakin responsif bagi masyarakat Tabanan. Demi mewujudkan pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











