BerandaTabananVW Tour Tanah Lot–Jatiluwih, Cara Baru Menjelajahi Wisata Tabanan

VW Tour Tanah Lot–Jatiluwih, Cara Baru Menjelajahi Wisata Tabanan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Konektivitas antardestinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Bali, mulai mendapat perhatian melalui paket perjalanan menggunakan mobil Volkswagen (VW) yang menghubungkan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot dengan kawasan persawahan Jatiluwih. Konsep perjalanan lintas destinasi ini menawarkan pengalaman wisata yang memadukan panorama pesisir, kekayaan budaya, dan keindahan alam dalam satu rangkaian kunjungan.

Pengembangan paket VW Tour Tanah Lot-Jatiluwih tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperkuat promosi pariwisata Tabanan secara terintegrasi. Wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu objek wisata, tetapi juga berkesempatan mengenal daya tarik lain yang memiliki karakter berbeda.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menilai konektivitas antardestinasi menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata daerah. Menurutnya, Tanah Lot berpotensi menjadi titik awal perjalanan maupun tempat singgah sebelum wisatawan melanjutkan kunjungan ke destinasi lain, termasuk Jatiluwih.

“Menurut kami, konektivitas antardestinasi merupakan salah satu hal penting dalam pengembangan pariwisata di Tabanan. Tanah Lot memiliki potensi untuk menjadi titik temu bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain, termasuk Jatiluwih,” ujar Sudiana, Rabu (28/10).

Ia menambahkan, paket perjalanan seperti VW Tour dapat menjadi inovasi dalam menawarkan pengalaman wisata sekaligus mendukung gagasan menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul pariwisata.

Pengembangan konektivitas ini diharapkan membuka peluang promosi bersama antarpengelola destinasi serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Baca Juga:  WNA Tiongkok Mengamuk di Tabanan, Dipindah ke Rudenim

Selain mengembangkan pengalaman perjalanan lintas destinasi, DTW Tanah Lot juga mendukung kegiatan edukasi dan pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan pelepasan tukik atau anak penyu di Pantai Batu Mejan, kawasan Tanah Lot, pada 17 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Asosiasi Kelompok Pelestarian Penyu Bali (AKKPB) bersama Talana Production, dengan dukungan pengelola DTW Tanah Lot. Sebanyak 150 tukik dilepas ke habitat alaminya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian penyu dan ekosistem pesisir.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa destinasi wisata juga dapat berperan sebagai ruang edukasi lingkungan. Melalui keterlibatan komunitas dan berbagai pihak, aktivitas pariwisata diharapkan berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, terutama bagi destinasi yang mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik utama.

Daya tarik Tanah Lot juga didukung pilihan kuliner dan ruang bersantai bagi pengunjung. Di kawasan Sunset Terrace, wisatawan dapat menikmati kelapa muda sembari menyaksikan panorama matahari terbenam.

Beragam sajian lokal, seperti rujak dan klepon, turut melengkapi pengalaman berkunjung. Kehadiran kuliner khas ini memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk menikmati cita rasa lokal sekaligus memperkaya aktivitas selama berada di kawasan Tanah Lot.

Baca Juga:  Longsor Timpa Tiga Bangunan Rumah di Tabanan, Satu Orang Luka Ringan

Pengalaman wisata yang beragam dapat menjadi nilai tambah bagi destinasi. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam dan budaya, tetapi juga memperoleh pilihan kegiatan yang mendukung kenyamanan selama kunjungan.

Bagi pelaku usaha lokal, berkembangnya aktivitas wisata juga membuka peluang untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada pengunjung.

Rangkaian pengembangan tersebut menunjukkan potensi sinergi antara perjalanan lintas destinasi, edukasi lingkungan, dan pengalaman berbasis kuliner lokal. Ketiganya dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat daya tarik pariwisata Tabanan.

Kolaborasi antara pengelola objek wisata, komunitas pelestarian lingkungan, penyedia perjalanan, dan pelaku UMKM dinilai penting agar pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sejalan dengan gagasan Bupati Tabanan untuk menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul, Tanah Lot diharapkan berperan sebagai salah satu penghubung bagi wisatawan yang ingin menjelajahi lebih banyak destinasi di kabupaten tersebut.

Melalui konektivitas yang semakin kuat, promosi bersama, dan perhatian terhadap kelestarian lingkungan, pariwisata Tabanan diharapkan berkembang secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat pariwisata tidak hanya terpusat pada satu objek wisata, tetapi juga dapat dirasakan oleh destinasi lain serta masyarakat yang terlibat di dalamnya.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER