BerandaTabananPeduli Kesehatan Mental, Lapas Tabanan Gelar Layanan Teh Rina Edukasi Insomnia Warga...

Peduli Kesehatan Mental, Lapas Tabanan Gelar Layanan Teh Rina Edukasi Insomnia Warga Binaan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus memperkuat pembinaan yang berorientasi pada aspek kemanusiaan dan kesehatan mental. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan layanan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) yang digelar di Aula Candra Prabhawa Lapas Tabanan, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan mental kepada Warga Binaan, khususnya terkait pemahaman insomnia serta langkah-langkah praktis untuk mengatasi gangguan tidur secara sehat dan berkelanjutan.

Layanan Teh Rina kali ini diikuti oleh sejumlah Warga Binaan dengan menghadirkan narasumber dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud), yakni dr. Tixna dan dr. Ida Ayu Lely. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi terbuka, serta berbagi pengalaman seputar gangguan tidur yang kerap dialami Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

Dalam pemaparannya, para residen psikiatri FK Unud menjelaskan bahwa insomnia merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang sering terjadi, terutama pada individu yang berada dalam kondisi tekanan psikologis. Insomnia tidak hanya berdampak pada kualitas tidur, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional, konsentrasi, serta kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Jika insomnia dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kronis dan berpengaruh terhadap kesehatan mental secara keseluruhan,” jelas salah satu narasumber dalam sesi pemaparan materi.

Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa layanan Teh Rina merupakan bagian dari komitmen Lapas Tabanan dalam memberikan pembinaan yang holistik dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga dari kesehatan mental Warga Binaan.

“Melalui layanan Teh Rina ini, kami berharap Warga Binaan memperoleh pemahaman dan pengetahuan kesehatan mental yang lebih baik. Dengan demikian, mereka mampu mengenali gangguan insomnia yang dialami, memahami penyebabnya, serta mengetahui langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat,” ujar Prawira.

Ia menambahkan, kondisi psikologis yang sehat akan sangat membantu Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan secara optimal, membangun pola pikir positif, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana.

Sementara itu, residen psikiatri FK Unud, dr. Ida Ayu Lely, menjelaskan bahwa insomnia dapat ditangani melalui pendekatan terapi perilaku kognitif. Pendekatan ini menitikberatkan pada perubahan kebiasaan dan pola pikir yang berkaitan dengan tidur.

“Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan mengatur jadwal tidur yang konsisten, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, melakukan teknik relaksasi, mengelola stres dengan baik, serta menerapkan edukasi mengenai sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang sehat,” jelasnya.

Baca Juga:  Restoran Permanen di Jalur Hijau Jatiluwih Disegel, Pemilik Abaikan Surat Peringatan

Selain penyampaian materi, sesi diskusi juga dimanfaatkan oleh Warga Binaan untuk menyampaikan keluhan dan pengalaman pribadi terkait gangguan tidur. Suasana interaktif ini diharapkan mampu membuka ruang komunikasi yang sehat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental.

Salah satu Warga Binaan peserta kegiatan, Yoga, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari layanan Teh Rina tersebut. Ia menyebut materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi yang dialaminya selama ini.

“Sebagai seseorang yang sering mengalami insomnia, penjelasan dari dokter sangat membuka wawasan saya. Tips-tips yang diberikan akan saya coba terapkan agar gangguan tidur yang saya alami bisa berkurang,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan layanan Teh Rina secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Tabanan berharap Warga Binaan semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari proses pembinaan. Dengan kondisi psikologis yang lebih sehat, Warga Binaan diharapkan mampu menjalani masa pidana dengan lebih tenang, produktif, serta memiliki kesiapan mental yang lebih baik untuk kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER