BerandaDenpasarSubak Jatiluwih Dijaga Ketat, Pemkab Tabanan Perkuat Pengawasan Tata Ruang

Subak Jatiluwih Dijaga Ketat, Pemkab Tabanan Perkuat Pengawasan Tata Ruang

"Pemkab Tabanan Tegaskan Komitmen Lindungi Subak Jatiluwih Berkelanjutan"

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menegaskan komitmennya dalam mendukung perlindungan sistem Subak Jatiluwih secara berkelanjutan melalui sinergi lintas pemangku kepentingan. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, saat mewakili Bupati Tabanan menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengelolaan dan Penataan Kawasan Jatiluwih yang digelar di Ruang Rapat Lantai III Gedung DPRD Provinsi Bali, Kamis (8/1).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan Pertanian (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Tim Pansus TRAP, akademisi dari kalangan guru besar pariwisata, serta para pemangku kepentingan terkait pengelolaan kawasan Jatiluwih.

Pembahasan rapat difokuskan pada tindak lanjut pengelolaan dan penataan kawasan Jatiluwih, khususnya terkait pengendalian dan perlindungan kawasan Subak Jatiluwih sebagai situs Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO. Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sistem subak yang telah diakui dunia, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi tata ruang dan pengendalian alih fungsi lahan.

Upaya perlindungan kawasan Subak Jatiluwih diarahkan agar selaras dengan kebijakan Lahan Sawah Dilindungi dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LSD/LP2B). Kebijakan ini dinilai menjadi instrumen penting dalam menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi secara masif di tengah meningkatnya tekanan pembangunan dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali juga menyerahkan rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam penataan dan pengelolaan kawasan Jatiluwih ke depan, termasuk penguatan pengawasan tata ruang, pengendalian pembangunan, serta perlindungan terhadap nilai-nilai budaya dan lingkungan.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyampaikan apresiasi atas rekomendasi yang telah dirumuskan oleh Pansus TRAP. Ia menegaskan bahwa Pemkab Tabanan siap menindaklanjuti rekomendasi tersebut secara serius dan bertanggung jawab. Menurutnya, perlindungan Subak Jatiluwih tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh pihak terkait secara terpadu.

“Pemkab Tabanan berkomitmen untuk memperkuat pengawasan dan penegakan aturan, sehingga tidak terjadi pelanggaran tata ruang maupun aktivitas yang berpotensi merusak keberlanjutan sistem subak,” ujar I Made Dirga dalam rapat tersebut.

Ia menambahkan, penataan kawasan Jatiluwih harus dilaksanakan dengan mengedepankan keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dunia, kepatuhan terhadap regulasi tata ruang, serta keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya, keberadaan subak tidak hanya bernilai historis dan budaya, tetapi juga menjadi penopang utama kehidupan sosial dan ekonomi petani di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Koster Dukung Penguatan Tata Kelola Dekranasda, PKK, dan Posyandu Bali

Lebih lanjut, I Made Dirga menegaskan bahwa Jatiluwih memiliki posisi strategis, baik bagi Kabupaten Tabanan maupun Bali secara umum. Selain sebagai kawasan pertanian tradisional, Jatiluwih juga merupakan destinasi pariwisata unggulan yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana dan berorientasi jangka panjang.

“Jatiluwih bukan hanya kebanggaan Kabupaten Tabanan, tetapi juga kebanggaan dunia. Karena itu, diperlukan sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaannya tetap berkelanjutan dan subak sebagai warisan budaya dunia dapat terus terjaga,” tegasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta kesamaan pandangan dan langkah konkret dalam menjaga kelestarian kawasan Subak Jatiluwih. Pemkab Tabanan optimistis, dengan dukungan regulasi yang kuat serta kolaborasi lintas sektor, kawasan Jatiluwih dapat terus lestari sebagai simbol harmoni antara manusia, alam, dan budaya Bali.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER