BerandaTabananLapas Tabanan Panen Jagung dan Terong, Warga Binaan Dibina Jadi Mandiri

Lapas Tabanan Panen Jagung dan Terong, Warga Binaan Dibina Jadi Mandiri

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen jagung dan terong yang dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas Tabanan, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan produktif di Lapas Tabanan berjalan secara konsisten dan terarah. Selain mendukung kebutuhan pangan internal, hasil panen juga memiliki nilai ekonomi yang memberikan pengalaman kewirausahaan bagi Warga Binaan.

Pada panen kali ini, SAE Kebun Lapas Tabanan berhasil memanen 10 kilogram jagung dan 5 kilogram terong. Hasil pertanian tersebut sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Jagung dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram, sedangkan terong dipasarkan seharga Rp12.000 per kilogram.

Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil dari pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran yang dilalui Warga Binaan selama menjalani pembinaan.

“Program ketahanan pangan di Lapas Tabanan telah berjalan dengan sangat baik. Hal ini terbukti dari keberhasilan panen yang telah dilakukan beberapa kali dan akan terus berlanjut ke depannya,” ujar Prawira.

Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah serta menjadi bagian dari implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan produktivitas Warga Binaan.

Lebih lanjut, Prawira menegaskan bahwa pembinaan melalui SAE Kebun Lapas Tabanan tidak semata-mata bertujuan menghasilkan produk pertanian. Program ini juga dirancang untuk membentuk keterampilan kerja, disiplin, serta mental kewirausahaan bagi Warga Binaan, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Harapan kami, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini dapat menjadi modal berharga bagi Warga Binaan untuk hidup mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana,” katanya.

Kegiatan pembinaan ini turut mendapat respons positif dari para Warga Binaan yang terlibat langsung. Salah seorang Warga Binaan bernama Wayan mengaku bersyukur dapat mengikuti program pembinaan kemandirian melalui kegiatan berkebun di SAE Kebun Lapas Tabanan.

Baca Juga:  Disdik Tabanan Dorong Guru Ikuti Beasiswa dan Pelatihan Luar Negeri

“Saya mengucapkan terima kasih karena melalui kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman yang sangat bermanfaat. Ilmu yang saya peroleh akan saya terapkan nanti setelah bebas, terutama untuk mengelola lahan kebun yang saya miliki,” ungkapnya.

Program ketahanan pangan yang terintegrasi dengan pembinaan kemandirian ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang. Tidak hanya bagi Warga Binaan, tetapi juga bagi lingkungan sekitar melalui pemanfaatan lahan yang produktif dan penyediaan hasil pertanian.

Melalui keberlanjutan program SAE Kebun, Lapas Tabanan berharap dapat mencetak Warga Binaan yang memiliki keterampilan teknis, kesiapan mental, serta kemandirian ekonomi. Dengan demikian, proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER