TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Ketenangan warga Banjar Cepaka Selingsing, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, mendadak terusir oleh aksi kriminalitas yang tak lazim. Sebuah mobil SUV berwarna putih yang terparkir rapi di dalam garase ditemukan dalam kondisi mengenaskan: keempat rodanya raib digondol maling. Kejadian yang berlangsung senyap ini sontak menjadi buah bibir setelah rekaman videonya viral di berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran kolektif di kalangan pemilik kendaraan.
Aksi pencurian ini bukan sekadar pencurian biasa. Para pelaku menunjukkan tingkat kenekatan yang tinggi dengan menyasar kendaraan yang berada di dalam area garase, bukan di pinggir jalan umum. Dari rekaman video yang beredar, terlihat SUV putih tersebut terganjal dalam posisi yang tidak stabil setelah ban depan dan belakangnya dipreteli habis. Modus operandi seperti ini biasanya dilakukan oleh pelaku yang sudah berpengalaman dan memiliki peralatan mekanik yang memadai untuk bekerja cepat di bawah kegelapan malam.
Identitas para pelaku masih menjadi teka-teki besar. Pihak kepolisian menghadapi tantangan yang cukup berat dalam mengungkap kasus ini. Kompol Putu Budiawan, saat dikonfirmasi pada Senin (16/2/2026), mengakui bahwa lokasi kejadian tergolong “blind spot” atau titik buta bagi pengawasan digital.
“Anggota kami masih bekerja keras di lapangan. Kendala utamanya adalah di lokasi kejadian minim saksi mata dan tidak terdapat kamera pengawas atau CCTV yang mengarah langsung ke titik parkir kendaraan,” ujar Putu Budiawan.
Meskipun demikian, kepolisian tidak tinggal diam. Budiawan telah memerintahkan jajaran Satreskrim Polsek Kediri untuk melakukan pengembangan kasus secara meluas. Strategi yang digunakan saat ini adalah teknik “penyisiran mundur”, yaitu melacak keberadaan kamera CCTV di sepanjang akses jalan masuk dan keluar menuju Banjar Cepaka Selingsing. Polisi meyakini bahwa pelaku tidak mungkin membawa empat ban berukuran besar hanya dengan sepeda motor biasa; ada kemungkinan besar mereka menggunakan kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil jarahan tersebut.
Kejadian di Desa Cepaka ini menambah daftar panjang kasus pencurian komponen kendaraan yang kian spesifik. Jika biasanya pencuri mengincar barang berharga di dalam kabin atau spion, kini ban dan velg menjadi komoditas panas di pasar gelap atau pasar barang bekas. Kecepatan pelaku dalam melucuti baut-baut roda menunjukkan bahwa mereka kemungkinan besar adalah komplotan yang terdiri dari lebih dari dua orang.
Mantan Kapolsek Kerambitan ini juga menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan mandiri dari masyarakat. Menurutnya, garase rumah yang terbuka atau tidak terpantau kamera keamanan menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan yang terus memantau kelengahan warga.
“Kami mengimbau kepada warga agar tetap waspada, terutama saat meninggalkan kendaraan. Jangan hanya mengandalkan pagar rumah. Jika memungkinkan, pasanglah kunci ganda pada roda atau aktifkan perangkat keamanan tambahan seperti alarm sensor getar dan CCTV,” tambahnya.
Kasus ini menjadi alarm bagi desa-desa di sekitar Kecamatan Kediri untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Warga berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar aksi serupa tidak terulang di lokasi lain. Pasalnya, kerugian yang dialami korban tidak hanya bersifat materiil berupa harga ban dan velg yang mencapai belasan juta rupiah, tetapi juga trauma psikologis terkait rasa aman di rumah sendiri.
Kini, bola panas ada di tangan Satreskrim Polsek Kediri. Dengan segala keterbatasan bukti di lokasi primer, harapan tertumpu pada ketelitian petugas dalam menyisir rekaman digital di sepanjang jalan protokol dan keterangan dari informan di lapangan. “Semoga pelaku bisa segera terungkap agar keresahan warga tidak berlarut-larut,” pungkas Budiawan dengan nada optimis.
Masyarakat diharapkan segera melapor ke pihak berwajib jika melihat ada pihak-pihak yang mencoba menjual ban atau velg SUV dalam kondisi mencurigakan atau tanpa dokumen yang jelas di pasar loak atau forum jual-beli daring.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











