TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Desa se-Kabupaten Tabanan kembali menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam mendukung Program Satu Data Kabupaten Tabanan melalui Data Desa Presisi. Hal ini terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID, yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabanan.
Tim monitoring Diskominfo yang dipimpin oleh I Wayan Muliana, Pejabat Fungsional Pranata Komputer Ahli Muda, didampingi staf teknis administrasi I Dewa Agus Seputrayana, serta staf teknis IT I Made Adi Sutrisna dan I Gusti Putu Sutrisna Wibawa, turun langsung ke desa-desa untuk melakukan evaluasi lapangan.
Monev tahap pertama dilaksanakan pada Senin (23/2) hingga Jumat (27/2), mencakup wilayah Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Timur, Selemadeg Barat, Kerambitan, dan berakhir di Kecamatan Kediri.
I Wayan Muliana menyampaikan apresiasi atas keseriusan seluruh desa dalam menyukseskan program Satu Data melalui OpenSID. “Kami sangat mengapresiasi komitmen desa-desa di Tabanan. Pada tahun 2025, seluruh 133 desa berhasil melakukan pendataan dan penginputan Data Dasar Kependudukan, potensi wilayah, batas desa (peta wilayah), serta lima program prioritas sesuai visi misi Pemkab Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa implementasi Data Desa Presisi tidak berhenti pada proses pendataan dan penginputan semata. “Yang terpenting adalah konsistensi melakukan pembaruan data. Desa-desa di Tabanan rutin melakukan update, sehingga data yang tersaji tetap akurat dan relevan sebagai dasar perencanaan pembangunan,” tambahnya.
Pelaksanaan monev di lima kecamatan berlangsung lancar. Para peserta, terdiri dari operator dan sekretaris desa, tampak antusias mengikuti evaluasi serta aktif berdiskusi terkait kendala teknis yang dihadapi selama proses pendataan dan penginputan.
Selain melakukan evaluasi, tim Diskominfo juga melakukan pembaruan fitur pada aplikasi OpenSID, termasuk penambahan beberapa menu yang memudahkan operator dalam melakukan pemutakhiran data, terutama saat terjadi perubahan status kependudukan.
Sinergi yang terbangun antara pemerintah desa dan Diskominfo Tabanan diharapkan semakin memperkuat Program Data Desa Presisi sebagai fondasi kebijakan berbasis data, guna mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui upaya ini, Pemkab Tabanan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas data dan akuntabilitas perencanaan. Dengan data yang konsisten dan akurat, setiap program pembangunan dapat diukur efektivitasnya, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Program Satu Data melalui OpenSID juga menjadi sarana inovasi digital pemerintah desa, meningkatkan efisiensi kerja, transparansi, dan pelayanan publik. Pendataan yang presisi memungkinkan pemerintah daerah menyesuaikan alokasi anggaran, merancang program prioritas, dan memantau kemajuan pembangunan secara lebih tepat dan cepat.
Dengan implementasi Data Desa Presisi yang terus diperkuat, Kabupaten Tabanan optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang berbasis data, akuntabel, dan berkelanjutan, serta mendukung tercapainya visi daerah Aman, Unggul, dan Madani.
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











