TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Lonjakan signifikan jumlah wisatawan terjadi di Tanah Lot selama periode libur Idul Fitri. Kunjungan harian bahkan menembus angka lebih dari 4.000 wisatawan, meningkat tajam dibandingkan hari normal yang berkisar sekitar 1.500 orang per hari.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata, khususnya saat momentum libur panjang keagamaan. Banyak wisatawan memanfaatkan waktu tersebut untuk berlibur bersama keluarga, menjadikan Tanah Lot sebagai salah satu destinasi favorit di Bali.
Manajemen DTW Tanah Lot menyebutkan bahwa lonjakan kunjungan didominasi oleh wisatawan domestik. Kontribusi terbesar datang dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang selama ini menjadi pasar utama kunjungan ke Bali.
Tingginya mobilitas wisatawan lokal mampu menjaga stabilitas kunjungan, bahkan di tengah berbagai dinamika global yang mempengaruhi sektor pariwisata.
“Pergerakan wisatawan domestik sangat kuat dan menjadi penopang utama selama libur Idul Fitri,” ujar Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot I Wayan Sanjaya Tampi,Senin (23/3).
Di sisi lain, pihak pengelola juga mencermati adanya penurunan jumlah wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Hal ini dipengaruhi situasi global yang tengah memanas, termasuk konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Kondisi geopolitik tersebut berdampak pada tingkat kepercayaan dan rencana perjalanan wisatawan internasional, terutama terkait faktor keamanan dan ketidakpastian perjalanan.
Meski demikian, penurunan tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap total kunjungan di Tanah Lot.
“Penurunan wisatawan dari Timur Tengah tidak terlalu mempengaruhi, karena kontribusinya tidak terlalu besar. Wisatawan dari India dan China masih mendominasi,” jelasnya.
Untuk meningkatkan daya tarik selama libur Lebaran, pengelola DTW Tanah Lot menghadirkan berbagai atraksi budaya. Salah satu yang menjadi favorit adalah pertunjukan Joged Bumbung yang digelar menjelang matahari terbenam.
Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang khas bagi wisatawan. Interaksi antara penari dan pengunjung menjadi daya tarik tersendiri yang memperkaya pengalaman berwisata.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki sentuhan budaya Bali,” tambah manajemen.
Dengan tingginya kunjungan, pengelola DTW Tanah Lot terus berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan. Berbagai langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kelancaran aktivitas wisata selama periode liburan.
Selain itu, manajemen juga terus berupaya menghadirkan inovasi agar destinasi ini tetap menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lonjakan kunjungan selama libur Idul Fitri ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata Bali. Dengan dukungan wisatawan domestik yang kuat serta pengelolaan yang baik, Tanah Lot diharapkan tetap menjadi salah satu ikon wisata unggulan Pulau Dewata.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











