BerandaTabananPUSPA Bali Gencarkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini di Kalangan Remaja

PUSPA Bali Gencarkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini di Kalangan Remaja

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali terus memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak, khususnya di kalangan remaja. Melalui kegiatan edukasi langsung ke sekolah, Forum PUSPA mendorong generasi muda agar lebih memahami risiko pernikahan dini serta dampak perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab.

Kegiatan sosialisasi pencegahan perkawinan anak tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Penebel, Tabanan, pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Seniasih Giri Prasta.

Dalam penyampaiannya, Ny. Seniasih menegaskan bahwa salah satu faktor utama terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah pernikahan dini. Kondisi tersebut umumnya terjadi karena remaja belum memiliki kesiapan secara usia, mental, maupun ekonomi.

Menurutnya, pernikahan dini kerap berawal dari perilaku hubungan seksual di luar nikah yang dilakukan tanpa pemahaman yang cukup. Rasa penasaran, minimnya edukasi, serta pengaruh lingkungan menjadi faktor pemicu yang tidak bisa diabaikan.

“Pengetahuan tentang seks bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan. Justru penting diberikan sejak dini agar remaja memahami dampak dan risikonya,” tegasnya di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan bahwa kurangnya pemahaman terkait kesehatan reproduksi dapat berujung pada konsekuensi serius, terutama bagi remaja perempuan. Kehamilan di usia muda tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menghambat masa depan pendidikan dan karier.

Baca Juga:  Lapas Tabanan Razia Gabungan, Tes Urine 30 Orang Hasilnya Negatif

Lebih jauh, Ny. Seniasih mengingatkan bahwa pernikahan dini akibat kehamilan di luar nikah sering kali membawa dampak lanjutan, seperti ketidaksiapan mental pasangan, tekanan ekonomi, hingga potensi konflik dalam rumah tangga.

“Menikah muda bukan solusi instan. Justru bisa memicu masalah baru, seperti pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, hingga perceraian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa menikah pada usia dini dapat berdampak pada kondisi ekonomi keluarga. Sebagian besar pasangan muda belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga berpotensi mengalami kesulitan finansial.

“Menikah di usia muda tanpa kesiapan sama saja dengan memiskinkan diri sendiri,” tambahnya.

Selain memberikan edukasi tentang pernikahan dini, Forum PUSPA juga mengingatkan para remaja untuk bijak dalam menggunakan teknologi, khususnya telepon genggam. Akses informasi yang luas harus diimbangi dengan kemampuan menyaring konten agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ni Kadek Anggradewi, yang menjelaskan dampak pernikahan dini dari sisi kesehatan reproduksi.

Baca Juga:  UDG Bali XXXIII 2026, Tabanan Raih 18 Prestasi

Ia menyampaikan bahwa organ reproduksi remaja yang belum matang memiliki risiko tinggi dalam proses kehamilan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga komplikasi kesehatan lainnya.

Sementara itu, perwakilan dari Himpunan Psikolog Indonesia Daerah Bali, Yande Prayoga, menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental remaja serta fokus pada cita-cita.

Menurutnya, remaja perlu memiliki tujuan hidup yang jelas agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan pergaulan, termasuk dalam hal hubungan asmara yang berpotensi membawa dampak negatif.

“Fokuslah pada masa depan dan cita-cita. Jangan sampai keputusan yang diambil saat ini justru merusak peluang di masa depan,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Forum PUSPA Provinsi Bali berharap para remaja dapat lebih memahami pentingnya menjaga diri, baik secara fisik maupun mental. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu menjadi bekal dalam mengambil keputusan yang tepat serta bertanggung jawab.

Dengan pendekatan edukatif dan terbuka, upaya pencegahan pernikahan dini diharapkan semakin efektif, sehingga generasi muda Bali dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berdaya, dan siap menghadapi masa depan dengan lebih baik.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER