BerandaDenpasarBali Siagakan 446 Personel dan 42 Kendaraan Antisipasi Bencana

Bali Siagakan 446 Personel dan 42 Kendaraan Antisipasi Bencana

Antisipasi Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemprov Bali Perkuat Kesiapan Personel, Peralatan, dan Sinergi Lintas Sektor

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan. Sebanyak 446 personel gabungan dan 42 unit kendaraan serta sarana pendukung disiagakan untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, banjir rob, hingga abrasi di wilayah Bali.

Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gabungan Kesiapan Pasukan Antisipasi dan Kesiapsiagaan Pencegahan Bencana yang dipimpin Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob, Tohpati, Denpasar, Kamis (5/11).

Apel melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan tenaga kesehatan. Kegiatan ini menjadi langkah memperkuat kesiapan personel, sarana-prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan bencana.

Dalam amanatnya, Giri Prasta mengingatkan Bali tengah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di seluruh kabupaten/kota di Bali selama November.

Kondisi tersebut harus diantisipasi karena sejumlah wilayah memiliki kerawanan terhadap bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem yang dapat berubah dengan cepat juga menuntut peningkatan kewaspadaan dan kesiapan seluruh unsur terkait.

“Kejadian bencana di Bali akan berdampak luas terhadap keselamatan jiwa, perekonomian, serta citra Bali di mata dunia. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi komitmen bersama,” tegas Giri Prasta.

Baca Juga:  Lima Komisioner KPAD Bali Periode 2026–2031 Dilantik

Sebanyak 446 personel gabungan disiapkan dari Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Ditpolair, Polres Bandara, BPBD Bali, Basarnas Bali, serta tenaga kesehatan.

Selain personel, sebanyak 42 unit kendaraan dan sarana pendukung turut disiapkan untuk menunjang operasi penanganan bencana. Seluruh kekuatan tersebut diharapkan dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat.

Giri Prasta menegaskan kesiapsiagaan tidak hanya diukur dari jumlah personel dan kelengkapan peralatan, tetapi juga kesiapan fisik, mental, serta kemampuan merespons situasi darurat.

Ia meminta seluruh kendaraan dan peralatan operasional dipastikan dalam kondisi siap digunakan agar tidak menghambat penanganan ketika bencana terjadi.

Giri Prasta juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antara TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, hingga desa adat.

Menurutnya, mekanisme koordinasi dan komando penanganan harus jelas agar pengerahan personel, peralatan, serta bantuan kepada masyarakat dapat berlangsung cepat dan efektif.

Pemantauan informasi serta peringatan dini BMKG juga diminta terus dioptimalkan, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.

“Utamakan keselamatan masyarakat dan keselamatan diri. Tingkatkan edukasi kepada masyarakat, berikan informasi yang akurat, serta laporkan setiap perkembangan secara berjenjang,” pesannya.

Ia menegaskan perlindungan masyarakat dan alam dari ancaman bencana merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Mitigasi dan kesiapsiagaan, lanjutnya, harus menjadi tanggung jawab bersama karena dampak bencana dapat diminimalkan melalui perencanaan matang, kesiapan sumber daya, dan kolaborasi.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Koordinasi KPK, Sertifikasi Aset Daerah Dibahas

Giri Prasta turut mengapresiasi Polda Bali, Kodam IX/Udayana, BPBD, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penguatan kesiapsiagaan bencana.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kehadiran kita di sini merupakan bukti bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tugas bersama,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Giri Prasta mengajak seluruh unsur mengedepankan semangat menyama braya atau kebersamaan dalam menghadapi potensi bencana.

“Dengan semangat menyama braya, mari satukan tekad untuk siaga sebelum bencana, siap saat bencana, dan bangkit setelah bencana. Jadilah yang terdepan menjaga Bali dengan hati dan aksi nyata, demi Bali yang aman, nyaman, dan lestari,” tutupnya.

Usai apel, Giri Prasta bersama Kapolda Bali Irjen Pol Pasma Royce dan Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana melakukan pemeriksaan pasukan, kendaraan, serta sarana-prasarana pendukung untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana di Bali.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER