BANYUWANGI, MEDIAPELANGI.com – Momentum Hari Suci Pagerwesi dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat sradha dan bhakti melalui persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, kawasan Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11).
Persembahyangan tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah dan legislatif Kabupaten Tabanan. Sekretaris Daerah Tabanan, Dr. I Gede Susila bersama Ny. Santi Susila hadir mewakili Bupati Tabanan.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para asisten Sekda, camat, serta kepala perangkat daerah bersama staf di lingkungan Pemkab Tabanan.
Rangkaian Bhakti Penganyar berlangsung khidmat melalui persembahyangan bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.
Pelaksanaan kegiatan pada Hari Suci Pagerwesi memiliki makna tersendiri bagi umat Hindu. Hari suci ini menjadi momentum untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas, sekaligus mengingatkan pentingnya membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.
Melalui persembahyangan tersebut, jajaran Pemkab Tabanan berharap nilai sradha dan bhakti semakin kuat, tidak hanya dalam pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Nuansa spiritual dalam kegiatan ini juga berpadu dengan pelestarian seni dan budaya Bali. Sejumlah persembahan ditampilkan, di antaranya Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan.
Kehadiran seni tari dan tabuh tersebut menambah kekhidmatan sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi seni budaya Bali tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keagamaan masyarakat.
Bagi Pemkab Tabanan, Bhakti Penganyar ini bukan hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, tetapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan dan persaudaraan antarelemen masyarakat.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Melalui momentum Pagerwesi, pemerintah daerah berharap semangat menjaga keharmonisan, persatuan, serta kelestarian adat dan budaya Bali terus terpelihara.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











