BerandaBadungSeniasih Giri Prasta Ingatkan Orang Tua: Jangan Biarkan Anak Menangis Sendiri dalam...

Seniasih Giri Prasta Ingatkan Orang Tua: Jangan Biarkan Anak Menangis Sendiri dalam Kesepian

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawal tumbuh kembang remaja agar tidak terjerumus dalam tekanan mental, bullying, hingga pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.

Pesan itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP Negeri 3 Petang, Kamis (30/4).

Menurut Seniasih, masa remaja merupakan fase paling rentan karena anak sedang berada dalam proses pencarian jati diri. Pada fase ini, perhatian, pengawasan, dan kepedulian orang tua menjadi benteng utama agar anak tidak merasa sendiri saat menghadapi persoalan hidup.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalahnya sendiri hingga merasa terbelenggu, putus asa, dan memilih jalan pintas. Sebagai orang tua di rumah maupun guru di sekolah, kita harus peka terhadap kondisi anak agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kesibukan orang tua tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan perhatian terhadap perubahan perilaku anak, terutama saat anak terlihat murung, menyendiri, menutup diri, atau menunjukkan ekspresi yang berbeda dari biasanya.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa anak sedang memikul beban batin yang tidak sanggup mereka ungkapkan.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Dorong Pariwisata Bali Berkualitas dan Berkelanjutan

“Kita boleh sibuk dengan kegiatan masing-masing, tetapi jangan pernah lelah untuk mengawasi pergaulan dan kondisi putra-putri kita. Jangan lalai saat ekspresi wajah mereka berubah dari biasanya. Cobalah mendekati anak-anak saat mereka menyendiri, murung, bahkan mengurung diri di kamar. Jangan sampai mereka mengalami bullying di sekolah atau lingkungan luar rumah tanpa kita mengetahuinya, yang pada akhirnya dapat merusak mental anak,” tegasnya.

Seniasih menilai, pembatasan yang terkontrol serta komunikasi hangat antara orang tua dan anak sangat penting agar remaja mampu menjaga diri, bertanggung jawab, dan tidak mudah terjerumus pada pergaulan bebas maupun keputusan keliru seperti pernikahan dini.

Ia mengajak para siswa untuk menyayangi diri sendiri, fokus membangun masa depan, menjaga kepercayaan orang tua, serta menjalankan tanggung jawab baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan sosial.

Selain itu, Seniasih juga mengingatkan agar anak-anak tidak membiasakan berkata kasar karena ucapan yang menyakitkan termasuk bentuk kekerasan verbal yang dapat meninggalkan luka batin mendalam.

“Lakukan tugas dengan baik untuk membentuk pribadi dan karakter yang berpotensi menggapai masa depan, sehingga menjadi individu yang berkualitas,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyoroti tingginya pengaruh bullying terhadap semangat hidup, fokus belajar, dan kondisi mental anak-anak.

Baca Juga:  Mini Soccer Harhubnas 2026, Dishub Badung dan Denpasar Berbagi Angka 1-1

Menurutnya, anak menghabiskan waktu sekitar delapan jam di sekolah, delapan jam di rumah, dan delapan jam di luar keduanya. Karena itu, pengawasan terhadap pergaulan dan pembentukan kesadaran tanggung jawab pribadi harus dilakukan secara berkelanjutan.

Sosialisasi ini menyasar remaja tingkat SMP untuk memberikan pemahaman bahwa masa depan membutuhkan perencanaan yang matang. Anak-anak juga dibekali pengetahuan mengenai bahaya pergaulan bebas, seks bebas, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi untuk mencegah pernikahan dini.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber Putu Astri Dewi Miranti dan Ni Made Mery Setianingsih yang memaparkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025 tentang pentingnya kesehatan reproduksi sebagai kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem dan fungsi reproduksi secara menyeluruh.

Melalui sosialisasi ini, Forum PUSPA Bali berharap para remaja memiliki kesadaran lebih kuat untuk menjaga diri, berani berbicara saat menghadapi masalah, serta mampu menata masa depan dengan lebih baik.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER