TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Lapas Kelas IIB Tabanan terus memperkuat pembinaan berbasis kesehatan bagi warga binaan. Kali ini, lembaga pemasyarakatan tersebut memberikan penyuluhan kesehatan terkait konsumsi obat yang tepat dan aman guna meningkatkan literasi medis para narapidana, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini menyasar warga binaan yang rutin mengonsumsi obat-obatan agar memahami cara minum obat yang benar, waktu konsumsi, hingga makanan maupun minuman yang dapat memengaruhi efektivitas obat di dalam tubuh.
Penyuluhan dipandu langsung oleh tim medis lapas yang terdiri dari dokter dan perawat dengan fokus materi mengenai interaksi obat dan makanan.
Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, menjelaskan pemahaman terkait konsumsi obat sangat penting untuk mencegah risiko kegagalan pengobatan maupun efek samping yang tidak diinginkan.
“Interaksi obat dengan makanan dapat mempengaruhi kinerja obat di dalam tubuh. Jika tidak dipahami dengan baik, hal ini bisa berisiko menyebabkan kegagalan pengobatan, efek samping, serta menyadarkan warga binaan terhadap bahaya penyakit kronis,” jelasnya.
Selain itu, warga binaan juga diberikan edukasi mengenai frekuensi minum obat dan anjuran agar obat dikonsumsi menggunakan air putih, bukan teh maupun kopi yang dapat mengganggu penyerapan zat aktif.
Perawat Lapas Tabanan, Yogi Aristana, menegaskan cara konsumsi obat yang benar menjadi kunci agar manfaat pengobatan bisa dirasakan optimal.
“Penting memahami apakah obat diminum satu, dua, tiga, atau empat kali sehari. Jangan sembarangan, karena hasil pengobatan sangat bergantung pada kepatuhan,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan, Gusti, mengaku memperoleh pemahaman baru dari penyuluhan tersebut.
“Saya jadi lebih paham kapan waktu minum obat dan apa yang boleh atau tidak dikonsumsi bersamaan. Ternyata tidak bisa sembarangan,” katanya.
Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan peningkatan literasi kesehatan menjadi bagian penting dalam keberhasilan pembinaan warga binaan.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya menyentuh aspek perilaku, tetapi juga membangun kesadaran warga binaan agar mampu menjaga kondisi tubuh dan kualitas hidupnya secara mandiri.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan terkait pentingnya menjaga kesehatan, termasuk dalam hal konsumsi obat. Dengan pengetahuan yang baik, mereka dapat lebih mandiri dalam menjaga kondisi kesehatannya,” tegas Prawira.
Bagi Lapas Tabanan, ketika pengetahuan tentang kesehatan mulai dipahami, warga binaan tidak sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga belajar merawat kehidupannya dengan lebih baik.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











