BerandaBadungGiri Prasta Tegaskan UMKM Jadi Penopang Utama Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

Giri Prasta Tegaskan UMKM Jadi Penopang Utama Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

Bersama Tiga Menteri, Gelar Akad Massal 1.000 UMKM di Unud

BADUNG, MEDIAPELANGI.com — Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penopang utama dalam transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Akad Massal 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan di Gedung Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Rabu (13/5).

Kegiatan berskala nasional tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri UMKM Helfi Nurhasan, Rektor Universitas Udayana, Forkopimda Provinsi Bali, serta sejumlah lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam sambutannya, Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas kementerian yang dinilai mampu memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum strategis membangun fondasi ekonomi rakyat yang inklusif, produktif, dan berdaya saing.

“Perlu kami laporkan kepada Bapak Menteri bahwa Bali saat ini sedang melaksanakan transformasi lewat Ekonomi Kerthi Bali, yang menempatkan UMKM sebagai salah satu penopang utama ekonomi Bali. Kami berkomitmen membangun Bali yang kuat secara ekonomi, berdikari, serta berbasis pada kearifan lokal dan sumber daya manusia Bali itu sendiri,” ujar Giri Prasta.

Mantan Bupati Badung dua periode itu menegaskan bahwa UMKM tidak hanya berperan dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, tetapi juga menjaga identitas budaya, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali. Karena itu, penguatan UMKM diarahkan tidak hanya pada peningkatan omzet usaha, tetapi juga kualitas produk, penguasaan teknologi digital, perluasan akses pasar global, perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI), hingga penguatan jejaring usaha.

Baca Juga:  Koster Hadiri Pisah Sambut Pangdam IX/Udayana, Tekankan Sinergi Jaga Bali

“Kita ingin UMKM Bali naik kelas. Mereka bukan hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya dan kreativitas Bali,” tegasnya.

Giri Prasta juga memaparkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,58 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembangunan ekonomi Bali membutuhkan transformasi besar yang bertumpu pada sektor riil, penguatan UMKM, dan lahirnya wirausaha baru.

Ia menilai target peningkatan rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,60 persen pada 2029 hingga menuju 8 persen pada 2045 hanya dapat dicapai melalui kerja sama terintegrasi dan berkelanjutan dari seluruh pihak.

“Oleh sebab itu, kegiatan ini sangat tepat karena menghadirkan ekosistem yang mempertemukan dunia usaha, lembaga pembiayaan, praktisi bisnis, dan para pelaku UMKM dalam satu ruang kolaborasi,” katanya.

Selain itu, Giri Prasta mengungkapkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali pada 2025 mencapai 134.549 penerima. Sementara pengajuan hak kekayaan intelektual di Bali tercatat sebanyak 43.520 permohonan.

Menurutnya, tantangan ekonomi global yang semakin dinamis hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, komunitas kreatif, media, dan masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai gerakan bersama untuk membangun UMKM Bali yang kreatif, berbasis inovasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Saya yakin Bali mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus kekuatan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menyampaikan pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif nasional. Ia menyebut penyaluran KUR sektor ekonomi kreatif secara nasional telah mencapai Rp8,9 triliun.

Baca Juga:  Koster Terima Dubes Swiss, Bahas Investasi dan Lingkungan

Menurutnya, penguatan sektor ekonomi kreatif membutuhkan pendekatan heksahelix melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, komunitas, media, serta pelaku usaha.

“Pemerintah tidak bisa sendiri. Kami terus mendorong akses pembiayaan, perlindungan HAKI, pembinaan, penguatan kapasitas, dan jejaring usaha agar pelaku ekonomi kreatif Indonesia bisa go global,” kata Teuku Riefky.

Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman menambahkan kehadiran program Sapa UMKM menjadi bentuk nyata pendekatan kementerian kepada pelaku usaha kecil dan menengah di seluruh daerah.

“Sapa UMKM bukan sekadar aplikasi, tetapi bentuk kehadiran Kementerian UMKM agar bisa berinteraksi dengan pelaku UMKM kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.

Di sisi lain, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyebut akad massal tersebut sebagai langkah besar memperkuat ekosistem UMKM Bali agar semakin kompetitif dan naik kelas.

“Saya bangga melihat akad ini. Bali memiliki ekosistem yang memberi kesempatan tumbuh bersama. UMKM adalah pahlawan ekonomi nasional karena menopang 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Muhaimin.

Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap UMKM dari pungutan liar, hambatan usaha, hingga premanisme agar pelaku usaha dapat berkembang dengan aman dan percaya diri.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Risa Damanik mengatakan kegiatan akad massal tersebut merupakan yang keempat digelar di Indonesia dan melibatkan sekitar 2.000 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dari seluruh Bali.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi bagian implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 terkait pengentasan kemiskinan melalui penguatan kewirausahaan, akses pembiayaan KUR, serta pemanfaatan HAKI sebagai alternatif agunan usaha.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER