TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan terus memperkuat konsolidasi demokrasi menjelang tahapan pemilu dan pemilihan dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan olahraga.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kunjungan silaturahmi dan dialog demokrasi ke Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tabanan di Gedung Olahraga Debes, Jalan Mawar, Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Selasa (26/6/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, dan diterima Ketua KONI Tabanan, I Made Nurbawa, bersama jajaran pengurus KONI.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas pentingnya menjaga netralitas dunia olahraga dari kepentingan politik praktis selama tahapan pemilu berlangsung. Bawaslu dan KONI sepakat bahwa nilai sportivitas dalam olahraga memiliki kesamaan dengan prinsip demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Ketua Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, menyampaikan apresiasi atas sambutan KONI Tabanan dalam kegiatan silaturahmi dan dialog demokrasi tersebut. Menurutnya, olahraga dan demokrasi memiliki nilai yang sejalan, terutama dalam menjunjung aturan, kejujuran, serta menerima hasil kompetisi secara sportif.
“Kami melihat nilai sportivitas dan fair play di olahraga itu sama persis dengan nilai demokrasi: taat aturan, jujur, dan menerima hasil,” ujar Narta yang juga dikenal sebagai mantan Manajer Club Sepak Bola Duta Sakti Cekik.
Narta menjelaskan, setiap tahapan pemilu memiliki potensi kerawanan, termasuk masuknya kepentingan politik praktis ke berbagai ruang publik, termasuk dunia olahraga. Karena itu, Bawaslu Tabanan terus melakukan upaya pencegahan melalui penguatan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, dunia olahraga memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat sehingga harus dijaga tetap netral dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.
“Olahraga harus tetap menjadi ruang persatuan, pembinaan karakter, dan sportivitas, bukan menjadi alat kepentingan politik praktis,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Tabanan, I Made Nurbawa, menegaskan komitmen KONI dalam menjaga netralitas seluruh cabang olahraga, atlet, maupun kegiatan olahraga selama tahapan pemilu dan pemilihan berlangsung.
“KONI Tabanan pada tahapan pemilu dan pemilihan akan memastikan kegiatan cabang olahraga dan atlet tetap netral, tidak masuk dalam kepentingan salah satu peserta pemilu,” tegas Nurbawa.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan kegiatan olahraga untuk kepentingan kampanye politik ataupun dukungan kepada partai politik tertentu.
Menurut Nurbawa, KONI Tabanan ingin menjaga dunia olahraga tetap fokus pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah tanpa terpengaruh dinamika politik praktis.
“Kami ingin seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga tetap fokus membangun prestasi olahraga, menjaga sportivitas, dan memberikan contoh baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Dialog demokrasi tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Bawaslu dan KONI Tabanan dalam mencegah potensi pelanggaran pemilu sejak dini.
Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi agar proses pemilu dan pemilihan dapat berjalan secara jujur, adil, aman, dan berintegritas.
Bawaslu Tabanan sendiri terus menggencarkan program pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, organisasi, komunitas, hingga lembaga kepemudaan dan olahraga.
Melalui pendekatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi bersih semakin meningkat, termasuk memahami batasan antara aktivitas sosial dan kepentingan politik praktis.
Selain memperkuat pengawasan, Bawaslu juga menekankan pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat agar pemilu tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin, tetapi juga momentum memperkuat nilai demokrasi dan persatuan.
Sinergi antara Bawaslu dan KONI Tabanan mendapat apresiasi karena dinilai mampu memperkuat komitmen bersama dalam menjaga netralitas ruang publik, khususnya dunia olahraga, dari pengaruh politik praktis.
Dengan kolaborasi yang baik antara penyelenggara pemilu dan organisasi olahraga, diharapkan pelaksanaan pemilu di Kabupaten Tabanan dapat berjalan kondusif, damai, dan menjunjung tinggi prinsip demokrasi yang sehat.
Komitmen menjaga sportivitas dalam olahraga dan demokrasi menjadi pesan penting dalam pertemuan tersebut. Sebab, baik olahraga maupun demokrasi sama-sama membutuhkan kejujuran, disiplin, penghormatan terhadap aturan, serta kesiapan menerima hasil secara dewasa.
Ke depan, Bawaslu Tabanan berencana terus memperluas konsolidasi demokrasi dengan berbagai elemen masyarakat lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi dan mencegah pelanggaran pemilu sejak dini.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











