TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan sebanyak 14 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Pelantikan yang berlangsung secara hybrid di Tabanan Convention Center (TCC), Jumat (19/6/2026), menjadi bagian dari langkah strategis memperkuat kualitas pelayanan publik dan efektivitas pemerintahan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, jajaran kepala perangkat daerah, panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), serta sejumlah undangan lainnya yang mengikuti secara langsung maupun daring.
Sebanyak 14 pejabat resmi dilantik, terdiri dari 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 6 Pejabat Administrator, dan 3 Pejabat Pengawas. Pelantikan ini merupakan bagian dari penataan organisasi pemerintahan guna memastikan setiap perangkat daerah dipimpin oleh aparatur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika birokrasi modern. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya bertujuan mengisi kebutuhan organisasi, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar kegiatan administratif. Ini merupakan langkah strategis untuk memperbaharui semangat kerja dan mencegah kejenuhan. Dengan adanya penyegaran, akan terhindar pola kerja yang terlalu kaku akibat terlalu lama berada pada satu posisi,” tegas Sanjaya.
Ia menjelaskan bahwa proses mutasi dan rotasi telah dilakukan berdasarkan hasil uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang mengacu pada prinsip sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Sistem tersebut mengedepankan kompetensi, kinerja, integritas, dan profesionalisme sebagai dasar penempatan pejabat.
Menurut Sanjaya, penerapan sistem merit sangat penting untuk membangun birokrasi yang sehat, profesional, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin dinamis.
“Rotasi ini dilakukan berdasarkan kompetensi dan kebutuhan organisasi. Semua sudah melalui mekanisme yang objektif sehingga diharapkan mampu menghasilkan birokrasi yang lebih efektif dan profesional,” ujarnya.
Bupati dua periode itu juga meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing. Ia menegaskan tidak ada waktu untuk menunggu atau berlama-lama menyesuaikan diri karena tantangan pelayanan publik saat ini semakin kompleks.
Para pejabat diminta segera memahami tugas pokok dan fungsi, mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada, serta menyusun langkah-langkah strategis untuk mencapai target organisasi.
Selain itu, Sanjaya menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik. Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan responsif.
“Jangan bekerja dengan pola lama. Saya ingin seluruh perangkat daerah terus berinovasi. Kehadiran birokrasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. Pelayanan publik harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kepala daerah, melainkan oleh kekompakan seluruh jajaran ASN yang bekerja secara kolaboratif dan memiliki tujuan yang sama.
Karena itu, Sanjaya mengajak seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Tabanan untuk menjaga solidaritas, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menjalankan tugas.
“Dimanapun dan kapanpun kita bertugas, mari tunjukkan bahwa kita bersama-sama mengabdikan diri untuk Kabupaten Tabanan dan masyarakat yang kita cintai. Kuncinya adalah tetap kompak dan bersatu sebagai keluarga besar Kabupaten Tabanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan bahwa semangat persatuan dan profesionalisme ASN harus sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berlandaskan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Pelantikan 14 pejabat ini diharapkan menjadi momentum memperkuat reformasi birokrasi di Kabupaten Tabanan sekaligus mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Dengan penyegaran organisasi tersebut, Pemkab Tabanan optimistis mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta mendukung percepatan pembangunan daerah di berbagai sektor.
Bupati Sanjaya juga menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ia berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan integritas, loyalitas, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dengan kepemimpinan yang kuat di setiap perangkat daerah, berbagai program pembangunan di Kabupaten Tabanan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











