TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kawasan wisata Ulun Danu Beratan kembali menghadirkan inovasi budaya yang memikat perhatian wisatawan. Penampilan perdana Tarian Maskot Prabha Ing Ranu pada pembukaan Parade Gebogan dan Baleganjur di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden, Minggu (21/6/2026), sukses mencuri perhatian pengunjung yang memadati kawasan wisata ikonik di Bedugul, Kabupaten Tabanan.
Tarian Maskot Prabha Ing Ranu tampil sebagai simbol baru yang merepresentasikan kekuatan budaya, spiritualitas, dan keindahan alam yang menjadi ciri khas Ulun Danu Beratan. Dengan balutan kostum yang megah, gerakan tari yang harmonis, serta iringan musik tradisional Bali yang dinamis, pertunjukan tersebut mampu menghadirkan suasana sakral sekaligus memukau para penonton.
Kehadiran tarian maskot ini menjadi langkah baru dalam memperkuat identitas destinasi wisata Ulun Danu Beratan yang selama ini dikenal sebagai salah satu objek wisata unggulan Bali. Tidak hanya menawarkan panorama Danau Beratan dan keindahan Pura Ulun Danu Beratan, kawasan ini kini memiliki ikon budaya yang diharapkan mampu memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung.
Direktur PT Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, mengatakan Tarian Maskot Prabha Ing Ranu diciptakan sebagai representasi cahaya suci Dewi Danu yang diyakini sebagai sumber kehidupan, kesuburan, dan keharmonisan alam. Filosofi tersebut menjadi dasar utama dalam penciptaan gerak, kostum, hingga konsep pertunjukan yang ditampilkan kepada publik.
Menurutnya, Prabha Ing Ranu tidak sekadar menjadi sebuah pertunjukan seni, melainkan juga sarana edukasi budaya yang memperkenalkan nilai-nilai luhur masyarakat Bali kepada wisatawan. Tarian tersebut menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.
“Tarian Maskot Ulun Danu Prabha Ing Ranu merupakan representasi cahaya suci Dewi Danu yang menjadi sumber kehidupan, kesuburan, dan keharmonisan alam. Tarian ini juga menggambarkan Catur Lawa, empat unsur yang menopang kesucian Pura Ulun Danu Beratan dan menjaga keseimbangan alam. Harapannya, tarian maskot ini menjadi simbol berkembangnya pariwisata Bedugul yang harmonis dan penuh keberkahan,” ujar Mustika.
Penampilan perdana Prabha Ing Ranu menjadi bagian dari rangkaian Parade Gebogan dan Baleganjur yang berlangsung mulai 21 Juni hingga 9 Agustus 2026. Selama hampir dua bulan, wisatawan yang datang ke DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden akan disuguhkan berbagai pertunjukan budaya yang melibatkan ribuan seniman muda dari desa-desa adat di kawasan Gebog Satakan.
Suasana kawasan wisata yang biasanya identik dengan panorama alam kini semakin semarak dengan atraksi budaya yang menampilkan kreativitas generasi muda Bali. Iringan baleganjur yang enerjik, parade gebogan yang penuh warna, serta penampilan seni tradisional lainnya menciptakan pengalaman wisata yang berbeda bagi para pengunjung.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya, pengelola destinasi memberikan dukungan dana sebesar Rp30 juta kepada setiap desa adat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk terus melestarikan seni tradisi sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan yang ditampilkan.
Selain parade budaya, wisatawan juga dapat menikmati berbagai atraksi seni lainnya seperti pertunjukan Barong dan Tari Kecak yang digelar secara rutin setiap pekan. Beragam atraksi tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya yang kini semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Mustika menegaskan bahwa penguatan unsur budaya menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata Bali. Di tengah persaingan industri pariwisata global, wisatawan kini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik dan berkesan.
Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan pengelola DTW Ulun Danu Beratan. Menurutnya, peluncuran Tarian Maskot Prabha Ing Ranu menjadi langkah positif dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Tabanan.
Sanjaya menilai kualitas penampilan para seniman muda yang terlibat dalam parade budaya tersebut sangat membanggakan. Bahkan, menurutnya, kreativitas, kostum, serta konsep pertunjukan yang ditampilkan memiliki kualitas yang layak disejajarkan dengan ajang Pesta Kesenian Bali (PKB).
Dengan hadirnya Tarian Maskot Prabha Ing Ranu, Ulun Danu Beratan kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam dan spiritual, tetapi juga sebagai pusat pengembangan seni budaya yang terus berinovasi. Kehadiran ikon budaya baru ini diharapkan mampu memperkuat citra Bedugul sebagai destinasi wisata unggulan Bali yang menggabungkan keindahan alam, kekayaan tradisi, dan kreativitas generasi muda dalam satu harmoni yang memukau.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











