BerandaTabananParkir Terpadu Disiapkan, Pemkab Tabanan Targetkan Kemacetan Jatiluwih Tuntas 2027

Parkir Terpadu Disiapkan, Pemkab Tabanan Targetkan Kemacetan Jatiluwih Tuntas 2027

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan parkir dan kemacetan yang selama ini menjadi tantangan di kawasan wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel. Destinasi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO tersebut kini diarahkan memiliki sistem parkir terpadu guna mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga kelestarian kawasan.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan, persoalan parkir menjadi salah satu pekerjaan rumah utama dalam pengelolaan destinasi wisata Jatiluwih yang harus segera dituntaskan. Pemerintah menargetkan solusi permanen tersebut dapat direalisasikan paling lambat pada akhir tahun 2026 atau 2027.

Menurut Sanjaya, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Jatiluwih dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Namun di sisi lain, tingginya mobilitas kendaraan juga memunculkan persoalan baru berupa kemacetan, terutama saat berlangsung kegiatan berskala besar seperti festival, event olahraga, maupun agenda budaya.

“Kalau ada event besar di Jatiluwih, sering terjadi kemacetan karena kapasitas jalan terbatas dan area parkir yang tersedia belum memadai. Karena itu kami sedang menyiapkan konsep parkir terpadu agar kendaraan tidak lagi tersebar di banyak titik,” ujar Sanjaya usai membuka Jatiluwih Festival 2026, Sabtu (20/6/2026).

Konsep yang disiapkan pemerintah adalah menghadirkan satu kantong parkir khusus yang menjadi pusat parkir kendaraan wisatawan. Nantinya seluruh kendaraan akan diarahkan ke lokasi tersebut sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan menuju berbagai titik destinasi di kawasan Jatiluwih.

Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga menjaga keindahan panorama sawah terasering yang menjadi daya tarik utama Jatiluwih. Dengan parkir yang tertata, kawasan wisata diharapkan terlihat lebih rapi, nyaman, dan ramah lingkungan.

Selain itu, sistem parkir terpadu juga diyakini mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. Selama ini, kendaraan yang parkir di sejumlah titik sering kali mengganggu kelancaran lalu lintas serta mengurangi kenyamanan pengunjung saat menikmati keindahan alam Jatiluwih.

Sanjaya menjelaskan bahwa realisasi pembangunan parkir terpadu masih memerlukan proses komunikasi dan kesepakatan bersama berbagai pihak. Pemerintah daerah saat ini terus melakukan pembahasan dengan masyarakat setempat, tokoh adat, pengempon pura, serta pengelola destinasi wisata untuk menentukan lokasi yang paling tepat.

Menurutnya, seluruh pihak harus terlibat dalam proses pengambilan keputusan agar solusi yang dihasilkan dapat diterima dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun sektor pariwisata.

“Semua harus duduk bersama. Ini bukan hanya soal parkir, tetapi juga menyangkut tata kelola kawasan wisata ke depan. Kami ingin solusi yang terbaik untuk masyarakat, wisatawan, dan keberlanjutan Jatiluwih,” tegasnya.

Persoalan parkir memang menjadi tantangan klasik di DTW Jatiluwih. Ketika kunjungan wisatawan meningkat, kapasitas lahan parkir yang terbatas membuat kendaraan sering menumpuk di tepi jalan. Kondisi tersebut diperparah oleh karakteristik jalan di kawasan Jatiluwih yang relatif sempit sehingga sulit menampung volume kendaraan dalam jumlah besar.

Baca Juga:  LP2B Tabanan Bertambah 107,78 Hektare, Capai 16.564,33 Ha

Keberadaan parkir terpadu diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang mampu mendukung pengembangan Jatiluwih sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Terlebih kawasan ini terus menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara berkat keindahan alam, sistem subak yang unik, serta kekayaan budaya masyarakatnya.

Selain mendukung kelancaran lalu lintas, penataan parkir juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan. Dengan sistem yang lebih tertata, Jatiluwih diharapkan mampu mempertahankan statusnya sebagai destinasi unggulan Bali sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten Tabanan optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, pembangunan parkir terpadu dapat direalisasikan sesuai target. Jika terealisasi, kawasan Jatiluwih tidak hanya dikenal karena panorama sawah teraseringnya yang mendunia, tetapi juga karena tata kelola destinasi yang modern, nyaman, dan berkelanjutan.

Pemkab Tabanan juga membuka peluang pengembangan sistem transportasi pendukung dari kantong parkir menuju kawasan inti Jatiluwih. Skema tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di area persawahan sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman. Dengan penataan yang terintegrasi, Jatiluwih tidak hanya mempertahankan statusnya sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan destinasi berkelanjutan di Bali.[red]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER