BerandaNasionalMGPSSR Tabanan Gelar Upacara Nyineb di Karang Pandan, Tutup Rangkaian Karya Agung

MGPSSR Tabanan Gelar Upacara Nyineb di Karang Pandan, Tutup Rangkaian Karya Agung

SOLO, MEDIAPELANGI.com — Rangkaian Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Mapadudusan di Pura Parhyangan Panca Pandita dan Petilasan Kiyai I Gusti Ageng Pemacekan Predana Purusa, Karang Pandan, Solo, Jawa Tengah, resmi ditutup melalui Upacara Nyineb, Minggu (30/8/2026).

Upacara yang dilaksanakan Maha Gotra Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian karya yang telah berlangsung di pura yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi para pengempon serta anggota MGPSSR.

Prosesi Nyineb berlangsung khidmat dan dipuput oleh delapan Sulinggih Ida Pandita Mpu yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Tabanan. Kehadiran para sulinggih tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan kuat umat asal Tabanan dalam pelaksanaan karya di Karang Pandan.

Upacara diikuti pengurus dan anggota MGPSSR Kabupaten Tabanan. Turut hadir Ketua MGPSSR Kabupaten Tabanan I Made Suwardika, Ketua Sabha Welaka PHDI Kabupaten Tabanan I Made Suryadi, serta ratusan anggota Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) dan Jaga Baya Tulang Mangap MGPSSR Kabupaten Tabanan.

Upacara Nyineb menjadi bagian penting setelah seluruh tahapan karya diselesaikan. Sebelumnya, puncak Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Mapadudusan telah dilaksanakan bertepatan dengan Purnamaning Sasih Katiga, Weraspati Umanis Matal, Kamis (27/8/2026).

Setelah puncak karya, prosesi Nyineb menjadi momentum untuk mengakhiri rangkaian upacara secara niskala sekaligus memohon agar seluruh pelaksanaan yadnya yang telah dilakukan memperoleh anugerah dan keselamatan.

Baca Juga:  Koster Desak Pertamina Percepat Distribusi BBM, 92 SPBU Jadi Prioritas

Bagi umat yang mengikuti prosesi, Nyineb bukan sekadar acara penutup. Ritual tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual untuk mengembalikan suasana pura setelah rangkaian karya besar selesai dilaksanakan.

Khidmatnya prosesi juga menjadi ruang bagi umat untuk kembali memusatkan pikiran dan memperkuat rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta para leluhur.

Salah satu hal yang menonjol dalam pelaksanaan Nyineb kali ini adalah keterlibatan delapan Sulinggih Ida Pandita Mpu dari Kabupaten Tabanan.

Mereka memimpin prosesi keagamaan hingga seluruh rangkaian Nyineb berlangsung dengan khidmat. Keterlibatan sulinggih asal Tabanan juga menjadi bagian dari kontribusi umat Tabanan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan MGPSSR di Karang Pandan.

Tidak hanya sulinggih, keterlibatan ratusan anggota PSN dan Jaga Baya Tulang Mangap MGPSSR Kabupaten Tabanan menunjukkan kuatnya partisipasi umat dalam menjaga kelancaran rangkaian karya.

Kehadiran para pengurus, pinandita, serta anggota organisasi menjadi gambaran kebersamaan dalam menjalankan tanggung jawab keagamaan sekaligus menjaga hubungan antarsesama anggota MGPSSR.

Pura Parhyangan Panca Pandita dan Petilasan Kiyai I Gusti Ageng Pemacekan Predana Purusa di Karang Pandan memiliki arti penting bagi MGPSSR. Karena itu, pelaksanaan karya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ritual, tetapi juga sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual dengan tempat suci dan jejak leluhur.

Baca Juga:  Antrean BBM Sanggulan, Polres Tabanan Buka Pos Pelayanan untuk Warga

Melalui Upacara Nyineb, umat memohon anugerah, keselamatan, ketenteraman, dan keharmonisan setelah seluruh rangkaian yadnya dilaksanakan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi generasi penerus agar nilai bhakti dan penghormatan terhadap leluhur tetap dijaga.

Bagi MGPSSR Kabupaten Tabanan, keberadaan tempat suci di Karang Pandan menjadi salah satu ruang untuk mempererat ikatan spiritual sekaligus persaudaraan antarpengurus dan anggota.

Rangkaian Karya Agung yang ditutup dengan Nyineb tidak hanya meninggalkan makna keagamaan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong umat.

Kehadiran pengurus, sulinggih, pinandita, Jaga Baya Tulang Mangap, serta anggota MGPSSR dalam satu rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan hubungan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Setelah seluruh rangkaian karya berakhir, harapan yang dibawa umat bukan hanya tentang selesainya sebuah upacara. Lebih jauh, momentum tersebut diharapkan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan dengan keharmonisan, keselamatan, serta rasa bhakti yang terus terjaga.

Upacara Nyineb di Karang Pandan akhirnya menjadi penutup perjalanan Karya Agung MGPSSR Kabupaten Tabanan sekaligus titik pengikat hubungan umat dengan tempat suci dan nilai leluhur. Dari rangkaian yadnya tersebut, kebersamaan dan rasa bhakti diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan umat.[*m]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER