TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Koperasi Tabanan didorong tidak hanya aktif menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga harus sehat secara kelembagaan, profesional, transparan dan mampu mengelola berbagai risiko. Penguatan tata kelola dan manajemen risiko dinilai menjadi kunci agar koperasi mampu bertahan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan memperkuat kapasitas sumber daya manusia koperasi melalui Diklat Tata Kelola Koperasi yang Akuntabel dan Implementasi Manajemen Risiko Berbasis Regulasi Perkoperasian di Kabupaten Tabanan.
Kegiatan yang ditutup Kamis (10/9/2026) tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi para pengurus serta pengelola koperasi dalam menjalankan organisasi sesuai prinsip tata kelola yang baik dan ketentuan regulasi perkoperasian.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Tabanan, I Gede Nengah Sugiarta, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengurus tidak boleh berhenti pada pengalaman praktis. Pengelolaan koperasi membutuhkan pemahaman yang kuat terhadap tata kelola, akuntabilitas serta regulasi.
“Secara umum, kegiatan ini kami laksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pengurus serta pengelola koperasi dalam menjalankan organisasi secara lebih profesional. Koperasi harus dikelola dengan prinsip akuntabilitas, transparansi dan kehati-hatian, sehingga kepercayaan anggota dapat terus dijaga dan koperasi mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu perhatian utama dalam diklat tersebut adalah penerapan manajemen risiko koperasi. Pengurus dan pengelola diharapkan mampu mengenali berbagai potensi risiko sejak awal, mengukur dampaknya, kemudian menyiapkan langkah mitigasi sebelum risiko tersebut mengganggu keberlangsungan organisasi.
Menurut Sugiarta, koperasi juga menghadapi dinamika dan tantangan dalam menjalankan kegiatan usaha. Karena itu, kemampuan mengantisipasi risiko menjadi bagian penting dari profesionalisme pengelolaan koperasi.
“Manajemen risiko ini sangat penting karena koperasi juga menghadapi berbagai dinamika dan tantangan dalam menjalankan usahanya. Dengan pemahaman yang baik, pengurus dan pengelola diharapkan mampu melakukan identifikasi risiko sejak dini, mengambil langkah mitigasi dan membuat keputusan yang lebih tepat dalam menjaga kesehatan serta keberlangsungan koperasi,” tegasnya.
Diklat tersebut didanai melalui APBD Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus fondasi kelembagaan koperasi.
Sugiarta menekankan, koperasi tidak cukup hanya terlihat aktif dalam kegiatan usaha. Hal yang lebih penting adalah memastikan organisasi memiliki sistem pengelolaan yang sehat dan mampu mempertanggungjawabkan setiap keputusan kepada anggota.
“Kami ingin koperasi di Kabupaten Tabanan tidak hanya aktif, tetapi juga sehat secara kelembagaan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus dan pengelola menjadi investasi penting. Pengetahuan yang diperoleh melalui diklat ini kami harapkan benar-benar diterapkan dalam pengelolaan koperasi masing-masing,” katanya.
Pesan penting lainnya adalah memastikan hasil pelatihan benar-benar diterapkan. Pemerintah tidak ingin diklat hanya menghasilkan sertifikat tanpa perubahan dalam praktik pengelolaan koperasi.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini para peserta dapat membawa pulang pengetahuan yang benar-benar bisa diterapkan. Jangan sampai pelatihan hanya berhenti pada sertifikat atau pengetahuan, tetapi harus ada perubahan dalam cara koperasi dikelola, mulai dari administrasi, pengambilan keputusan, pengelolaan risiko sampai dengan pertanggungjawaban kepada anggota,” ungkap Sugiarta.
Penguatan koperasi juga dinilai sejalan dengan semangat Tabanan Era Baru: Aman, Unggul dan Madani. Tata kelola yang akuntabel dan manajemen risiko mendukung aspek aman, peningkatan kompetensi dan kemampuan beradaptasi memperkuat daya saing, sedangkan transparansi serta tanggung jawab kepada anggota mencerminkan semangat madani.
“Kami optimistis koperasi di Tabanan akan semakin sehat, profesional, adaptif dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dengan pengurus yang kompeten, tata kelola yang transparan dan manajemen risiko yang diterapkan secara konsisten, koperasi diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat dari bawah. Bukan sekadar bertahan, tetapi tumbuh dengan fondasi kelembagaan yang kuat dan manfaat yang benar-benar dirasakan anggota.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











