DENPASAR, MEDIAPELANGI.com — Kontingen Kabupaten Tabanan menutup kiprahnya di Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXXIII Tahun 2026 dengan torehan 18 prestasi. Dari ajang seni, sastra dan keagamaan Hindu tingkat Provinsi Bali tersebut, Tabanan membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak, 4 medali perunggu serta 14 penghargaan kategori Harapan.
UDG Bali XXXIII berlangsung 11–16 September 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali (Art Center), Denpasar. Mengangkat tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, kegiatan ini mempertemukan kontingen dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.
Capaian kontingen Tabanan tersebut menjadi gambaran dari proses pembinaan seni, sastra dan budaya keagamaan yang terus dilakukan. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menunjukkan kemampuan dalam menguasai berbagai bentuk sastra dan seni tradisional Bali.
Raihan medali Tabanan mulai terlihat pada pelaksanaan lomba 12 September 2026. Kontingen Tabanan meraih Juara II Dharma Wacana Bahasa Inggris Dewasa Putra, Juara III Dharma Wacana Bahasa Inggris Dewasa Putri dan Juara III Membaca Palawakya Dewasa Putri.
Sejumlah penghargaan kategori Harapan juga diraih pada hari tersebut, antara lain Membaca Kakawin Remaja Putra, Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri, Membaca Sloka Remaja Putri, Membaca Sloka Anak-anak Putra dan Putri, serta Kakawin Remaja Putri dan Dewasa Putri.
Pada 13 September, prestasi Tabanan kembali bertambah. Dua medali emas berhasil diraih melalui Juara I Utsawa Menghafal Sloka Remaja Putra dan Juara I Utsawa Menghafal Sloka Dewasa Putri.
Tabanan juga memperoleh Juara III Dharma Wacana Bahasa Inggris Remaja Putra. Sementara itu, penghargaan Harapan diraih melalui sejumlah kategori Palawakya, Kakawin, Sloka, Dharma Wacana Bahasa Inggris dan Dharma Carita.
Sehari berikutnya, 14 September 2026, kontingen Tabanan menambah koleksi medali melalui Juara II Utsawa Membaca Sloka Dewasa Putra dan Juara III Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu. Penghargaan Harapan juga kembali diperoleh dari kategori Dharma Carita Anak-anak Putra dan Dharma Wiwada.
Secara keseluruhan, UDG Bali XXXIII mempertandingkan 11 bidang lomba dengan 37 kategori. Cabangnya meliputi membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana Bahasa Bali dan Bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada serta dharmacarita.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen Tabanan yang telah membawa nama daerah dalam UDG Bali XXXIII.
“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Tabanan. Lebih dari sekadar medali, capaian para duta Tabanan menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan spiritual masih hidup dan terus berkembang di tengah generasi muda. Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, official dan semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen,” ujar Sanjaya saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026) sore.
Menurut Sanjaya, penguatan seni dan budaya merupakan bagian penting dalam pembangunan manusia yang sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.
“Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang berkarakter, berbudaya dan memiliki jati diri,” tegasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Dewa Putu Mahendra menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina dan official yang telah memberikan kemampuan terbaik.
“Capaian ini merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan dan kerja keras bersama,” katanya.
Mahendra menegaskan, hasil UDG tingkat Provinsi Bali menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan menuju UDG Tingkat Nasional Tahun 2027 di Sulawesi Tengah.
Evaluasi akan dilakukan terhadap seluruh peserta, terutama mereka yang berpeluang menjadi duta Bali di tingkat nasional. Persiapan akan diperkuat dari sisi materi, teknik penampilan hingga mental bertanding.
Bagi Tabanan, Utsawa Dharma Gita Bali XXXIII bukan sekadar catatan perolehan medali. Penguasaan sloka, kakawin, palawakya, kidung hingga dharmawacana menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sastra dan spiritual Bali agar tetap dipahami serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tema “Dharmagita Atmanam Dharma” juga memperkuat pesan bahwa pelestarian kebudayaan berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Pengalaman kontingen Tabanan di tingkat provinsi diharapkan menjadi modal untuk membawa identitas dan kekayaan budaya daerah ke panggung nasional.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











