BerandaTabananKominfo Tabanan Imbau Masyarakat Hindari Kejahatan Digital Share Screen WA

Kominfo Tabanan Imbau Masyarakat Hindari Kejahatan Digital Share Screen WA

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap nomor atau akun WhatsApp tidak dikenal yang tiba-tiba menghubungi dan meminta untuk melakukan share screen.

Modus penipuan berbasis share screen ini kembali marak dan menargetkan pengguna yang kurang memahami bahaya membagikan layar ponsel kepada pihak lain.

Sekretaris Diskominfo Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, seizin Kepala Dinas Kominfo pada Rabu (19/11), menjelaskan bahwa kejahatan share screen dilakukan dengan mengelabui korban agar menyetujui fitur berbagi layar melalui berbagai modus.

Pelaku kerap menyamar sebagai pihak bank, perusahaan tertentu, atau lembaga resmi dengan dalih membantu proses verifikasi atau menyelesaikan masalah tertentu. Di sisi lain, pelaku juga dapat berpura-pura sebagai teman atau keluarga yang meminta bantuan teknis untuk memancing korban membagikan tampilan layar mereka.

“Modus ini memanfaatkan rasa percaya, panik, atau ketidaktahuan korban. Ketika korban setuju untuk share screen, pelaku bisa melihat seluruh aktivitas di layar ponsel secara langsung, termasuk data sensitif seperti kode OTP, kata sandi, nomor rekening, dan informasi pribadi lainnya,” jelas Winiantara.

Ia menambahkan bahwa risiko kejahatan share screen sangat serius. Dengan akses visual penuh terhadap layar korban, pelaku dapat langsung melakukan transaksi ilegal, mengambil alih akun keuangan, hingga menyalahgunakan data pribadi untuk menipu orang lain. Selain kerugian finansial, korban juga bisa kehilangan privasi karena riwayat percakapan, foto, dan informasi pribadi lain terekspos tanpa disadari.

Winiantara yang juga mantan Camat Kediri itu menjelaskan beberapa langkah pencegahan yang wajib diperhatikan masyarakat. Pertama, jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun. Jika ada yang meminta kode OTP, dapat dipastikan itu adalah bentuk penipuan. Kedua, hindari share screen dengan pihak yang tidak dikenal, apalagi yang mengatasnamakan instansi resmi melalui nomor tidak terverifikasi.

Jika dalam kondisi tertentu masyarakat harus melakukan share screen untuk alasan yang benar-benar penting, Winiantara mengimbau agar seluruh aplikasi yang berisi data sensitifseperti perbankan, email, atau dokumen pribadi—ditutup terlebih dahulu untuk meminimalkan risiko kebocoran data.

Baca Juga:  Pria Banyuwangi Meninggal Mendadak Usai Beli Bensin di Warung Madura Pejaten

Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi terhadap pihak yang menghubungi. Jika seseorang mengaku dari bank atau institusi tertentu, warga dapat memastikan kebenarannya dengan menghubungi langsung nomor resmi instansi terkait.

“Lakukan konfirmasi ulang. Jangan terburu-buru menuruti permintaan seseorang yang tiba-tiba menghubungi,” ujarnya.

Diskominfo Tabanan juga menekankan agar masyarakat tidak mudah percaya pada permintaan yang tidak wajar, apalagi yang melibatkan data pribadi dan uang. Waspadai pula pesan yang mengandung tautan mencurigakan atau file dari pihak yang tidak dikenal karena dapat menjadi pintu masuk serangan siber lainnya.

Di akhir imbauannya, Winiantara menegaskan pentingnya kesadaran digital di era teknologi yang semakin pesat.

“Sebagai warga yang semakin bergantung pada teknologi, kewaspadaan digital menjadi sangat penting. Jika ada permintaan mencurigakan, masyarakat sebaiknya langsung menolak untuk menghindari risiko kejahatan digital.

Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama, jangan berikan celah bagi pelaku untuk memanfaatkan kelengahan,” pungkasnya.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER

error: Konten ini terlindungi.