TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melaksanakan Persembahyangan Purnama Sasih Kanem di Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Kamis (4/12). Kegiatan rutin yang digelar setiap rahina Purnama ini diikuti secara khidmat oleh seluruh aparatur pemerintah, sebagai wujud syukur dan bakti kolektif jajaran Pemkab dalam menjaga harmoni antara pemerintah, adat, dan masyarakat.
Persembahyangan dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya yang hadir didampingi Sekretaris Daerah, para Asisten, para Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta tampak mengikuti prosesi dengan penuh ketenangan dan ketulusan, menandakan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan budaya Bali.
Sebagaimana menjadi tradisi, rahina Purnama dipandang sebagai momen penuh sinar dan energi positif, sehingga pelaksanaan persembahyangan diyakini sebagai sarana penting untuk memohon tuntunan, keselamatan, serta kemudahan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat. Bagi Pemkab Tabanan, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual aparatur negara.
Bupati Sanjaya dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan persembahyangan Purnama memiliki makna mendalam bagi seluruh jajaran pemerintah. Selain sebagai bentuk sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan dan keselarasan, baik antarpegawai maupun antara pemerintah dan adat. Menurutnya, keharmonisan internal merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kita melaksanakan persembahyangan ini sebagai wujud syukur sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam diri kita. Dengan hati yang bersih, tenang, dan selaras, kita bisa menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan lebih baik,” demikian spirit yang mencerminkan komitmen kuat beliau dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan spiritual.
Selain memperkuat kekompakan internal, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tabanan dalam melestarikan tradisi dan kearifan lokal Bali. Di tengah perkembangan zaman dan dinamika pemerintahan modern, menjaga kelestarian tradisi dianggap sebagai hal yang tidak dapat dipisahkan dari identitas masyarakat Tabanan yang berlandaskan pada nilai-nilai budaya dan spiritual.
Untuk itu, kehadiran seluruh jajaran pemerintah dalam kegiatan persembahyangan bukan hanya simbol, melainkan wujud nyata bahwa Pemkab Tabanan tetap berpegang teguh pada konsep Tri Hita Karana: menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam. Ketiga unsur tersebut menjadi landasan filosofis bagi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui persembahyangan Purnama Sasih Kanem ini, Pemkab Tabanan berharap seluruh aparatur mendapatkan tuntunan dan kekuatan rohani untuk menghadapi tantangan tugas ke depan. Dengan semangat kebersamaan dan spiritualitas yang kuat, pemerintah berkomitmen untuk terus menjalankan roda pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, menjaga kearifan lokal, serta mewujudkan Tabanan yang semakin maju, aman, dan sejahtera.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











