BerandaRegionalNuanu Jadikan Musik Elektronik Indonesia Panggung Utama

Nuanu Jadikan Musik Elektronik Indonesia Panggung Utama

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Di saat sebagian besar perayaan Tahun Baru di Bali digelar dengan format yang serupa dan menampilkan deretan nama internasional yang sudah dikenal, Nuanu Creative City justru memilih untuk mendekat ke rumah sendiri. Melalui kolaborasi PORTAL x Nuanu, malam pergantian tahun pada 31 Desember 2025 dirayakan dengan menghadirkan 21 musisi elektronik dan alternatif Indonesia dalam sebuah perayaan yang dibentuk oleh eksplorasi kolektif dan praktik kreatif lokal.

Sebagai rumah eksklusif PORTAL di Bali, perayaan ini menempatkan seniman Indonesia sebagai pusat dari keseluruhan pengalaman. Alih-alih berfokus pada popularitas genre atau nama besar, PORTAL x Nuanu dipimpin oleh para musisi yang bekerja lintas format—mulai dari elektronik, live performance, hybrid, hingga audiovisual—yang merefleksikan keragaman pendekatan dan semangat eksperimentasi dalam lanskap suara kontemporer Indonesia saat ini.

PORTAL x Nuanu berlangsung di dua panggung utama, yakni Detak dan Sumbu, yang masing-masing menghadirkan atmosfer berbeda namun saling melengkapi. Panggung Detak mengusung energi malam melalui set elektronik dan hybrid yang digerakkan oleh ritme dan dinamika suara. Sementara itu, panggung Sumbu menawarkan ruang yang lebih performatif bagi karya live, vokal, serta eksplorasi audiovisual yang menyoroti relasi antara suara, visual, dan ruang.

Kedua panggung tersebut berlokasi di Block 42, ruang multifungsi Nuanu Creative City yang terus berkembang dan dibangun dari kontainer pengiriman yang didaur ulang. Sepanjang malam, projection mapping menghidupkan struktur kontainer tersebut, mengubah area pertunjukan menjadi lingkungan berlapis yang menyerupai labirin visual. Saat audiens berpindah dari satu panggung ke panggung lain, cahaya dan suara yang terus berubah menciptakan sensasi seolah bergerak di antara portal-portal visual yang saling terhubung, bukan sekadar berpindah ruang pertunjukan.

Ragam penampilan yang dihadirkan sepanjang malam menunjukkan bagaimana musik elektronik Indonesia menemukan resonansinya ketika diberi kepercayaan, konteks, dan lingkungan kuratorial yang tepat. Setiap penampil membawa pendekatan dan bahasa artistik masing-masing, namun tetap terikat dalam semangat kerja kolektif yang menjadi fondasi acara ini.

Line-up PORTAL x Nuanu menampilkan 21 seniman Indonesia lintas format elektronik, live, hybrid, dan audiovisual. Di antaranya Asylum Uniform, Bagvs, Big Chun a.k.a. Naken, Dekadenz, Gumatat Gumitit Gospell (live), JayDawn & Wukir Suryadi, Kuntari (organic set), Mairakilla, Non Archive, Raissa Febriani b2b Hatagarah, Verdy Arien b2b Magis, Txetext (live), Madness On Tha Block, Parakuat (live), Alkahfa (hybrid), Ambrukt, Paradata (A/V), Su66en9 (hybrid), PURE! Records, Linda b2b Masagi b2b Masayu, Barbara Pleaser, Temu Gerak, serta Putu Septa ft. Janurangga.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan apa yang terjadi pada malam Tahun Baru tersebut menegaskan kembali tujuan Nuanu sebagai ruang tumbuh komunitas kreatif.

“Indonesia memiliki komunitas kreatif yang kuat dan terus bertumbuh. Nuanu hadir untuk berjalan bersama mereka, dengan menciptakan platform yang dapat didefinisikan dan dibentuk bersama oleh para seniman,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PORTAL menegaskan bahwa musik elektronik Indonesia sejak awal lahir dari kerja kolektif dan tidak pernah berdiri sebagai musik elektronik semata.

“PORTAL x Nuanu menghadirkan pertemuan yang lebih luas, di mana suara hadir berdampingan dengan tari, instalasi multimedia, serta beragam bentuk ekspresi alternatif lainnya. Fokusnya bukan pada genre, melainkan pada para seniman dan praktik kreatif yang membentuk pengalaman,” ungkapnya.

Dengan kehadiran audiens dari Bali, berbagai kota di Indonesia, hingga komunitas internasional yang berada di Bali selama musim liburan akhir tahun, PORTAL x Nuanu menjadi titik temu lintas budaya dan konteks. Di tengah musim perayaan yang kerap diwarnai pengulangan, acara ini menjadi contoh bagaimana perayaan Tahun Baru juga dapat berfungsi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan ekosistem kreatif Indonesia.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER