TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Instrumen Evaluasi Mandiri Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang digelar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tabanan pada Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memastikan seluruh program yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak berjalan optimal. Selain itu, evaluasi mandiri tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian nasional Kabupaten/Kota Layak Anak tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya memperkuat kualitas kebijakan dan layanan publik yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan anak, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.
Secara nasional, proses pengisian instrumen evaluasi mandiri Kabupaten/Kota Layak Anak telah dimulai sejak Februari 2026. Kabupaten Tabanan sendiri mulai melakukan pengisian instrumen pada Maret 2026 dengan target penyelesaian seluruh data pada akhir Maret sebelum evaluasi resmi ditutup pada April 2026.
Evaluasi tersebut merupakan bagian dari implementasi program Kabupaten/Kota Layak Anak yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Program ini bertujuan memastikan hak-hak anak dapat terpenuhi melalui sistem pembangunan daerah yang terintegrasi, berkelanjutan, serta melibatkan berbagai pihak.
Pada penilaian tahun 2025, Kabupaten Tabanan berhasil meraih predikat Pratama. Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan peningkatan capaian menuju jenjang yang lebih tinggi dengan memperkuat program perlindungan anak, memperbaiki indikator penilaian, serta meningkatkan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD).
Pengisian instrumen evaluasi Kabupaten Layak Anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan dilibatkan dalam proses ini.
Setiap OPD memiliki peran penting dalam menyampaikan data program, kegiatan, serta bukti dukung yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak. Hal ini mencerminkan bahwa program Kabupaten Layak Anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Secara keseluruhan terdapat 24 indikator penilaian dalam program KLA. Indikator tersebut mencakup berbagai aspek pembangunan, mulai dari kelembagaan, pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta kegiatan budaya, hingga perlindungan khusus bagi anak.
Melalui evaluasi mandiri ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak hanya berfokus pada pemenuhan indikator administratif semata. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan bahwa berbagai program yang telah dijalankan benar-benar berdampak langsung terhadap terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak.
Beberapa indikator bahkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Misalnya penyediaan informasi layak anak yang melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta penguatan literasi masyarakat melalui dukungan layanan perpustakaan daerah.
Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai fasilitas publik yang ramah anak, memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta membuka ruang kreativitas yang lebih luas bagi generasi muda di Kabupaten Tabanan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tabanan, I Gst. Ngurah Agung Suryana, menegaskan bahwa program Kabupaten Layak Anak tidak hanya sekadar memenuhi indikator penilaian nasional.
Menurutnya, tujuan utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan yang benar-benar mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Program Kabupaten Layak Anak bukan sekadar memenuhi indikator penilaian, tetapi bagaimana kebijakan ini benar-benar menghadirkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Ketika hak anak terpenuhi, akses pendidikan terbuka, layanan kesehatan mudah dijangkau, serta ruang bermain tersedia, maka generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan Kabupaten Layak Anak membutuhkan dukungan semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
“Perlindungan anak tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting agar anak-anak di Tabanan dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh perhatian,” tambahnya.
Melalui sinergi seluruh perangkat daerah serta dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap implementasi program Kabupaten Layak Anak dapat terus meningkat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, dengan memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang layak dan penuh perlindungan.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











